Kendalikan Inflasi dengan Strategi 4K
Kota Pekalongan - Pemkot Pekalongan menerapkan strategi 4K untuk mengendalikan inflasi pada momen Natal dan Tahun Baru 2023. Strategi 4K tersebut yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.
Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan saat ditemui Senin (14/11/2022). Dikatakan Betty, strategi 4K diimplementasikan melalui aksi di l apangan bersama dengan OPD terkait.
Untuk angka inflasi Kota Pekalongan terbilang masih aman. Artinya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Angka inflasi Kota Pekalongan mengacu pada inflasi Kota Tegal sebagai salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang tingkat inflasinya dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Sementara terkait strategi 4K yang diterapkan, dia menjabarkan keempatnya ditindaklanjuti melalui kegiatan bersama di lapangan. "Yang pertama untuk keterjangkauan harga, dari Dindagkop-UKM khususnya bidang perdagangan akan melakukan monev ke pasar-pasar, toko ritel maupun modern untuk mengendalikan harga bahan pokok agar tidak melonjak tinggi," tuturnya.
Kemudian ketersediaan pasoka dijaga dengan memantau terus di distributor-distributor bahan pokok. Jika nantinya ada penurunan jumlah stok, maka dari distributor akan diminta untuk menambah pasokan ketersediaan di pasar, sehingga harga masih bisa dikendalikan.
Selanjutnya untuk kelancaran distribusi juga dari Dinas Perhubungan akan memantau agar jalur-jalur dan arus distribusi bahan pangan ini tidak mengalami kemacetan (terhambat) untuk menghadapi Nataru nanti. Kemudian, strategi terakhir yakni Komunikasi efektif, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tingkat Kota Pekalongan dalam rangka persiapan Nataru mendatang.
"Kami menghimbau ke masyarakat Kota Pekalongan agar bisa berbelanja dengan bijak sesuai kebutuhan. Kita bersama-sama mensupport agar jangan sampai harga bahan pokok di pasaran terlalu tinggi. Hal ini harus dimulai dari diri kita sendiri, sehingga ketersediaan bahan pokok di pasar bisa tetap terkendali," pungkasnya.(nul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
