iklan banner Honda atas

Kota Pekalongan Keluar dari Zona Merah

Kota Pekalongan Keluar dari Zona Merah

KOTA - Setelah sempat masuk sebagai daerah dengan status zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19, Kota Pekalongan saat ini kembali berada di zona oranye, atau daerah dengan Risiko Sedang penyebaran Covid-19.

Berdasar pantauan Radar Pekalongan pada laman covid19.go.id, Senin (14/12/2020) siang, Kota Pekalongan merupakan satu dari 27 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memiliki risiko sedang (zona oranye) penyebaran Covid-19.

Sedangkan tujuh daerah lainnya, yakni Brebes, Kendal, Pati, Purworejo, Kota Magelang, dan Grobogan masih berada di zona merah. Sementara daerah yang sudah zona hijau atau risiko rendah penyebaran Covid-19 hanya ada satu, yakni Purbalingga.

Data yang dihimpun Satgas Covid-19 Kota Pekalongan sebagaimana tercantum pada laman corona.pekalongankota.go.id, sampai Senin (14/12/2020) pukul 08.37 WIB total kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Pekalongan sejumlah 1.112 kasus. Terdiri dari kasus kasus aktif sebanyak 121 kasus (29 dirawat dan 92 isolasi). Jumlah kasus aktif ini turun 21 kasus dari hari sebelumnya.

Sementara, jumlah yang sembuh bertambah 28 orang, sehingga total yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 mencapai 924 orang. Sedangkan yang meninggal dunia tercatat 67 orang.

*) Prokes Jangan Kendor

Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Kota Pekalongan Slamet Budiyanto menuturkan bahwa dalam penambahan kasus harian konfirmasi positif dalam seminggu terakhir ini mengalami penurunan. "Alhamdulillah yang positif trennya mengalami penurunan, dan yang sembuh terus bertambah," ungkapnya, kemarin.

Dengan bertambahnya jumlah pasien yang sembuh dari Covid itu, maka persentase tingkat kesembuhan semakin meningkat, dari yang tadinya sempat di angka sekitar 70%, meningkat menjadi sekitar 83% dari total kasus terkonfirmasi. Angka ini melampaui rata-rata provinsi Jateng yang mencapai 79% per Senin (14/12/2020).

Sementara, tingkat kematian akibat Covid-19 di Kota Pekalongan berhasil turun menjadi 6%, dari yang sebelumnya sempat menyentuh 9%.

Meski Kota Pekalongan sudah berhasil keluar dari zona merah, Slamet Budiyanto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak kendor dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes) karena pandemi belum berakhir. "Jangan kendor dalam melaksanakan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan menghindari kerumunan, atau menjaga jarak minimal satu meter," imbaunya.

Masyarakat juga harus selalu menjaga imunitas tubuh, antara lain dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, mengonsumsi vitamin, dan rutin berolahraga.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, ditambahkan Budiyanto bahwa tim terpadu Satgas Covid-19 di Kota Pekalongan juga akan terus menggelar operasi yustisi. "Semoga dengan gencarnya operasi yustisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh prokes dan dapat menekan penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan," imbuhnya.

Senada disampaikan Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso. Menurutnya, sekalipun status Kota Pekalongan sudah membaik dengan menjadi zona oranye dari yang sebelumnya zona merah, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Harapannya protokol kesehatan bisa dilakukan dengan penuh kesadaran oleh warga dengan didasari okeh kesadaran akan manfaatnya bagi diri sendiri, keluarga dan juga bagi orang lain secara umum. Mohon bantuan kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama untuk ikut mendorong masyarakat melaksanakan prokes sampai nanti semua warga bisa mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi dan protokol kesehatan juga dijalankan bergantian," imbuhnya. (way)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: