Tenang, Jembatan Putus Akan Dibangun Permanen

Tenang, Jembatan Putus Akan Dibangun Permanen

*Gunakan Dana Bencana, Pemkab Tunggu Izin BPK

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kendal berencana akan membangun jembatan di atas Kali Blukar yang putus akhir pekan lalu. Namun karena akan menggunakan dana bencana, rencana itu harus dikonsultasikan lebih dahulu ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jateng.

Sekda Kendal, Moh Toha. NUR KHOLID MS

Konsultasi diambil setelah dinas terkait melakukan rapat bersama membahas rencana pembangunan jembatan. Pembangunan menggunakan dana bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal.

Sekda Kendal, Moh Toha mengatakan, pihaknya telah mengintrusikan dinas terkait untuk konsultasi dengan BPK Jateng. Kalau dizinkan BPK menggunakan dana bencana, bisa langsung ditindaklanjuti. Pasalnya terdapat batas waktu maksimal 14 hari setelah musibah bencana alam, sudah harus dilakukan perbaikan.

"Jembatan akan dibuat permanen dan bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun tidak untuk simpangan. Jika BPK memberikan lampu hijau, rencana pembangunan jembatan itu segera dilakukan. Karena menggunakan dana bencana, sehingga bisa mempercepat pelaksanaan pembangunan," katanya, Selasa (5/3).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiyono menjelaskan, jika dibangun jembatan permanen, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1,5 miliar dengan masa pekerjaan antara dua hingga tiga bulan. Panjang jembatan mencapai 60 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter.

"Dengan bentang 60 meter, setidaknya perlu dibangun empat tiang penyangga jembatan. Jembatan itu satu-satunya penghubung antara Desa Sojomerto (Gemuh) dengan Desa Sidodadi (Patean),"katanya.

Jika tidak ada jembatan, warga dua desa harus memutar sangat jauh melalui jalur pantura Weleri-Sukorejo yang jaraknya mencapai 30 kilometer. Alternatif lain melalui Dusun Klantung Desa Sojomerto hingga ke Desa Tambahrejo Kecamatan Pageruyung. "Namun jaraknya bisa mencapai 20 kilometer untuk bisa sampai di Desa Sidodadi, Kecamatan Patean," tandas Sugiyono. (nur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: