12 Rumah Warga di 'Pulau' Simonet Dikosongkan
WONOKERTO - 'Pulau' Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan semakin terancam karena terus diterjang gelombang laut yang ganas. Bahkan ketinggian gelombang laut sampai 3 meter.
Oleh karena itu, warga setempat kemarin bergotong-royong membangun tanggul darurat dengan karung besar berisi pasir. Tanggul darurat ini diharapkan bisa menahan gempuran gelombang laut yang kian ganas, dan mencegah abrasi semakin parah.
Selain itu, warga juga membuat akses jalan menggunakan tumpukan karung pasir agar bisa dilewati warga. Akses jalan ini penting untuk mobilitas warga karena perkampungan di pesisir ini selalu terendam banjir rob.
Ketua RT 14 RW 6 Dukuh Simonet, Sunaryo, kemarin, mengatakan, jumlah rumah yang dikosongkan kian bertambah. Jika sebelumnya ada delapan rumah yang dikosongkan, saat ini ada 12 rumah yang sudah tidak dihuni. Pasalnya, kondisi rumah tersebut rusak parah.
Selain itu, lanjut dia, ada 28 rumah yang terdampak dan masih ditinggali penghuninya.
"Rumahnya saya, pak Daesan, Turah, dan rumahnya Tarmudi masih ditinggali. Walaupun pasir masuk ke dalam rumah," terang dia.
Ia menceritakan, pada tahun 2015, jarak rumah dari bibir pantai itu sekitar 1 km. Namun sekarang, bibir pantai sudah berada di depan rumah. Saat disinggung kenapa masih bertahan di lokasi, ia mengatakan, sudah tidak ada tempat lagi jika pindah ke lokasi yang lain.
"Walaupun air laut masuk ke rumah, saya masih bertahan karena sudah tidak ada tempat yang bisa dihuni lagi. Mau pindah tidak punya uang," tandasnya.
Sunaryo mengatakan, ada 265 jiwa di RT 14 yang terdampak abrasi. Pemerintah menjanjikan akan segera merelokasi warga Dukuh Simonet ke tempat yang lebih aman, namun saat ini belum terealisasi.
"Semua warga siap apabila relokasi," katanya.
Ia menambahkan, prediksi BMKG pada bulan Februari air laut akan tinggi lagi.
"Sudah ada prediksi dari BMKG air laut akan naik, jadi saya selalu mengimbau kepada warga untuk waspada," tambahnya.
Hal yang sama dikatakan Daesan (50). Menurutnya, ombak kalau pada malam hari sangat mengerikan.
"Rumah saya sudah kemasukan pasir. Pintu belakang rumah sudah ditanggul dan dipaku agar air laut tidak masuk ke dalam rumah," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
