iklan banner Honda atas

16 Kecamatan di Kota Santri Terpapar Corona

16 Kecamatan di Kota Santri Terpapar Corona

*PPKM Mikro Diterapkan di Semua Desa

KAJEN - Di tengah bencana banjir, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan masih tinggi. Hingga kemarin, akumulasi kasus corona tembus 2000 kasus. Dengan rincian, 283 orang menjalani isolasi mandiri, 74 orang dirawat, 97 orang meninggal dunia, dan 1.546 orang sembuh. Kasus aktif Covid-19 ditemukan di 16 kecamatan. Yakni, Kecamatan Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Tirto, Sragi, Bojong, Buaran, Kedungwuni, Karangdadap, Wonopringgo, Karanganyar, Doro, Kesesi, Kajen, Paninggaran, dan di Kecamatan Kandangserang. Hanya ada tiga kecamatan yang zero Covid-19 atau tidak ada kasus aktif, yakni di Kecamatan Petungkriyono, Talun, dan Kecamatan Lebakbarang.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Minggu (14/2/2021). Data akumulasi perkembangan Covid-19 itu per-tanggal 12 Februari 2021, pukul 23.55 WIB.

Untuk menekan laju penyebaran virus corona, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro atau PPKM Mikro yang diterapkan pada 9-22 Februari 2021.

Wawan mengatakan, PPKM Mikro diterapkan di semua desa. Di setiap desa akan dilihat perkembangan Covid-19 hingga tingkat RW/RT. Menurutnya, berdasarkan data hingga 6 Februari 2021, ada tiga desa masuk zona merah, yakni Desa Yosorejo di Kecamatan Siwalan, Desa Kaliombo di Kecamatan Paninggaran, dan Desa Watugajah di Kecamatan Kesesi.

"Dari provinsi sudah memetakan desa yang merah. Desa tersebut akan kita lihat sampai tingkat RW dan RT. PPKM Mikro sendiri diterapkan di semua desa," kata dia.

DIRIKAN POSKO PPKM MIKRO

Sementara itu, dalam rangka penanganan Covid-19 pada tahun 2021, Kodim 0710 Pekalongan mendirikan posko PPKM sampai di tingkat desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.

Dengan pendirian posko tersebut, diharapkan akan memudahkan koordinasi dalam kegiatan PPKM sampai dengan tingkat bawah, yaitu masuk di desa-desa dan kelurahan yang ada, sehingga penekanan dan pencegahan Covid-19 akan menjadi efektif.

Pasi Ops Kodim 0710 Pekalongan Kapten Inf Dwi Dharmasto mengatakan, pendirian posko di seluruh Koramil jajaran Kodim tersebut bertujuan untuk lebih mengefektifkan kinerja dalam pencegahan Covid-19.

"Adanya pendirian posko ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja aparatur pemerintah terutama TNI-Polri dan pemerintah desa atau kelurahan agar lebih efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19," jelas Kapten Dwi Dharmasto.

Ia meminta, walaupun saat ini banyak pengungsi dan sedang mengalami bencana banjir di sejumlah wilayah akan tetapi dengan adanya posko yang sudah didirikan tetap melaksanakan tindakan pencegahan Covid-19.

"Kami minta pencegahan Covid-19 ini tetap harus terus-menerus dilakukan agar program ini benar-benar berhasil," ujar dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: