iklan banner Honda atas

Tiga Pekan Belajar Nebeng

Tiga Pekan Belajar Nebeng

**Di Rumah-rumah Warga
**Rob Tak Kunjung Surut

TIRTO - Banjir rob yang menggenangi SDN Karangjompo di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, hingga kemarin belum surut. Sudah tiga pekan ini 67 murid di SD ini kegiatan belajar mengajarnya nebeng di rumah-rumah warga di sekitar sekolahan.

Meski kurang nyaman karena hanya beralaskan tikar dan tak ada meja, serta sempit, anak-anak tetap semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Anak-anak berharap bisa kembali ke sekolah, agar belajarnya lebih nyaman karena ada meja kursi dan papan tulis.

Salah satu siswa kelas 6, Jamal (11), menceritakan, jika ia dan teman-temanya sudah sekitar 3 minggu mengungsi di rumah warga untuk KBM. "Kurang lebih 3 mingguan belajar di rumah warga, karena sekolah terendam rob sehingga belajarnya harus di luar sekolah," ungkap Jamal.

Jamal mengaku pembelajaran lebih nyaman di dalam kelas, karena ada papan tulis, meja, dan kursinya.

"Kalau di sini susah dan agak sulit, soale pake tikar dan tidak ada mejanya. Pinginnya si bisa kembali lagi belajar di sekolah," harapnya.

Kepala Sekolah SDN Karangjompo Sadiyo menyatakan, kondisi SDN karangjompo banjir. Jika banjir, surutnya agak lama. "Kalau malam hujan turun deras, disertai air sungai naik atau air pasang ikut naik ya banjir seperti ini," kata dia.

Banjir rob itu ganggu kegiatan belajar mengajar. Sebelum anak-anak belajar di rumah warga, kata dia, KBM sempat dilaksanakan di sekolah meakipun kondisi banjir rob.

"Sebelum anak-anak kita bawa ke rumah penduduk sempat belajar di ruangan, anak-anak tidak nyaman belajar di ruangan. Akhirnya dari pihak sekolah minta saran pendapat dengan komite. Akhirnya komite menyarankan untuk sementara waktu sambil nunggu banjir reda anak-anak belajar di rumah warga," kata dia.

Dikatakan, pihaknya pada bulan Juli 2022 sudah mengajukan proposal untuk peninggian dan renovasi ke Pemkab Pekalongan melalui Dindikbud. "Alhamdulillah dari Dinas Pendidikan sudah memasukkan anggaran di 2023.

Sudah di ACC. Kita tinggal menunggu," ungkap dia
Ditambahkan, jika banjir surut anak-anak akan kembali melaksanakan KBM di sekolah.

"Numpang di rumah warga hanya saat banjir, agar pembelajaran tidak terganggu. Meski pembelajaran di rumah warga tidak maksimal, anak-anak tetap semangat berangkat sekolah," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, pelajar SDN Karangjompo di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, terpaksa nebeng (numpang) belajar di rumah-rumah warga. Pasalnya, sekolahan di wilayah pesisir ini terendam banjir rob.

Kabid Sarpras Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Ismail, Kamis (10/11/2022), mengatakan, land subsidence atau penurunan muka tanah di Desa Karangjompo memang cukup tinggi. Karena desa itu dekat pantura. Menurutnya, SD Karangjompo sudah peninggian dua kali.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: