iklan banner Honda atas

Tim Pemakaman Covid-19 Dibentuk

Tim Pemakaman Covid-19 Dibentuk

KAJEN - Untuk membantu meringankan beban tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, Pemkab Pekalongan menyiapkan relawan untuk menangani pemakaman jenazah Covid-19. Asisten Pemerintahan Setda Totok Budi M, dalam rapat terkait terbitnya peraturan Bupati tentang penyelenggaraan pelayanan pemulasaran dan pemakaman jenazah akibat infeksi virus corona, baru-baru ini, menyatakan, di Kabupaten Pekalongan tidak ada masyarakat yang menolak pemakaman jenazah Covid-19. Namun ada aspirasi dari nakes di rumah sakit dan Puskesmas agar mereka tidak terbebani proses pemakaman jenazah Covid-19. Sebab, para nakes ini sudah lelah menangani tugas-tugas penanganan Covid-19.

"Tugas pokok di nakes jangan ditambahi dengan pemakaman. Kalau pemulasaran ya karena itu bisa melekat tapi pemakaman jangan. Para nakes sudah lelah tugas-tugas penanganan Covid," terang Totok.

Mensikapi hal itu, pihaknya mengundang RSUD Kraton, RSUD Kajen, Dinkes dan sebagian camat sehingga terbitlah SK Bupati tersebut.

"Untuk pemakaman jenazah Covid kita membantu teman-teman nakes yang sudah capek. Pemakaman di wilayah kaitannya dengan jenazah Covid dilakukan para relawan tapi kita tidak boleh memutus atau menghilangkan partisipasi masyarakat dan desa," katanya.

Liang lahat, lanjut dia, tetap tugas dari desa. Untuk pembiayaan bisa menggunakan APBDes. Sebab, APBDes direfokusing minimal 8 persen untuk Covid-19. "Kalau minimal 8 persen saya tanya kemarin lebih dari 60 juta tapi itu untuk covid. Covid kan macam-macam. Itu kaitannya dengan pemakaman," kata Totok.

Menurutnya, jika ada pasien meninggal di rumah sakit nantinya narahubungnya adalah Dinas Perkim dan LH. Ia pun meminta agar relawan dipersiapkan dengan baik, seperti dilatih menggunakan APD dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Totok juga mengingatkan pada tanggal 6-17 Mei 2021 adalah larangan mudik. Namun, perantau yang mendahului mudik harus disikapi.

"Ada pula surat dari Gubernur terkait pemulangan para santri. Santri tahun kemarin ketat banget. Tahun ini ndak usah seketat kemarin. Kami sudah mengundang pengasuh ponpes atau forum kita undang dan BPBD bagaimana kita sikapi bersama Kemenag," katanya.

Untuk mensikapi pemudik, kepala desa agar memerintahkan petugas jogo tonggo untuk memantau warga yang pulang dari perantauan.

"Saya inginnya di desa itu by name, darimana kedatangannya dan kapan rencana kembali sehingga kita bisa memantau. Untuk ponpes besar Dinkes akan tracking kedatangannya. Jika ada suhu tinggi, kita ada penanganan khusus. Ada pemantauan secara khusus untuk meminimalisir penularan Covid dengan kedatangan santri dan perantau yang pulang ke desa untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo menambahkan, untuk tim pemakaman terdiri atas 12 orang. Personel tim ini bergantian dari unsur Dinas Perkim, BPBD, PMI, Tagana, MDMC, Bagana, Senkom, LPBINU, Elang Pendowo, Ubaloka, TNI, dan Polri. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: