3.212 Hektar Sawah Terancam Kering
**Dampak Rehab DI Sragi Karena Saluran Alamiah Ditutup
KESESI - Sekitar 3.212 hektar sawah wilayah Kesesi, Sragi dan sekitar, terancam kekeringan, menyusul rencana Pemerintah Pusat yang akan merehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Sragi. Dengan pembangunan proyek senilai ratusan miliar sejumlah saluran irigasi alami tertutup sehinga air tidak sampai ke sawah milik warga.
Atas problem tersebut, Induk Perkumpulan Petani Pengguna Air (IP3A) Kalijogo DI Sragi melayangkan surat ke Kementrian PUPR Bidang OP. Selanjutnya dilakukan audiensi di aula DPU Taru yang dihadiri BBWS Bidang OP PSDA Kabupaten Pekalongan, Camat, anggota IP3A, Kades.
Dijelaskan Ketua IP3A Kalijogo, Tangguh, DI Sragi mendapat kegiatan proyek senilai sekitar Rp 77 milyar untuk rehabilitasi dari anggaran pusat. Namun ada persoalan ketika proyek ini berjalan. Saluran kecil ditutup semua sehingga irigasi alamiah ikut tertutup.
"Ketika DI Sragi ini dibenahi maka saluran kecil ditutup semua sehingga irigasi alamiah ini ikut tertutup, dengan begitu masyarakat petani nantyinya kesulitan mendapatkan air," ungkapnya seraya menjelaskan DI Sragi dilakukan perbaikan karena sekitar 15 sampai 20 tahun tidak tersentuh bantuan sehingga terjadi kebocoran air.
Atas kondisi itu, ia memohon program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) dari pusat ditambah. Bila perlu, lanjut Tangguh, Dinas Kabupaten Pekalongan juga mengalokasikan anggaran untuk saluran irigasi kecil.
"Jadi ketika dari pusat menggelontorkan dana DI Sragi, maka minimal irigasi dicover dari Provinsi bisa dari Kabupaten Pekalongan disamping program P3TGAI tersebut, " lanjutnnya.
Diakui, selama ini saluran irigasi tersier yang masuk ke warga sudah parah. Logikanya ketika daerah ini dibangun rapi saluran irigasi tidak terakses atau rusak maka air tidak sampai ke petani.
"Untuk itu ini menjadi tugas bersama dan IP3A Kalijogo mendorong agar dan memohon kepada pemerintah daerah untuk fokus terhadap Program Percepatan Tata Guna Air. Jadi tersier yang masih rusak untuk segera dibenahi. Diharapkan sinergi antara pemerintah pusat daerah mengikuti sesuai dengan tanggung jawab masing masing. "(Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
