Abrasi Kian Mengkhawatirkan
**Malam Hari, Warga Simonet Diimbau Cari Tempat Aman
WONOKERTO - Abrasi dan banjir rob yang terjadi di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, kian mengkhawatirkan. Jika air pasang terjadi, gelombang air laut menerjang pemukiman, dan air rob masuk ke rumah-rumah warga sehingga membahayakan keselamatan penduduk setempat. Perkampungan ini pun tak lagi memiliki bibir pantai akibat daratan tergerus abrasi. Lautan membentang luas di teras rumah warga.
Oleh karena itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, kemarin, mengimbau warga Simonet untuk bersabar sambil menunggu relokasi. Bupati mengungkapkan, abrasi yang terjadi di Simonet telah terjadi sejak lama.
"Sesuai dengan yang sudah kita rencanakan, bahwa mengatasi abrasi di Simonet perlu jangka pendek dan panjang," katanya.
Salah satu jawaban jangka pendek adalah relokasi untuk warga Simonet. Namun selama relokasi belum terealisasi, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya akan bahaya rob dan abrasi.
Bupati mengimbau kepada warga sekitar jika malam hari untuk mencari tempat aman demi menjaga keselamatan jiwa.
"Saya imbau kepada masyarakat, kalau malam ngungsi ke tempat yang aman dan jika siang hari boleh lah ke situ karena memang tempat mata pencahariannya di situ," imbuhnya.
Pihaknya juga sudah menyiapkan lahan pengganti untuk warga Simonet. Lahan tersebut masih berada di Desa Semut.
"Pemkab Pekalongan sudah mengusulkan rumah nelayan ke Kementerian PUPR. Karena mungkin pemerintah pusat bebannya banyak, sehingga menunggu prioritas. Tapi, komunikasi masih terus kita lakukan. Semoga tahun ini bisa terealisasi," tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo menambahkan, relokasi merupakan solusi persoalan rob dan abrasi di Simonet karena di pedukuhan itu sudah tidak punya bibir pantai. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
