iklan banner Honda atas

Crestpac 2026, Strategi SD Muhammadiyah Paesan Jadi Ikon Pendidikan Unggulan di Pekalongan

Crestpac 2026, Strategi SD Muhammadiyah Paesan Jadi Ikon Pendidikan Unggulan di Pekalongan

TAMPIL - Penampilan salah satu tim drumb band yang mengikuti kegiatan Cretpac--

PEKALONGAN,RADARPEKALONGAN.CO.ID – SD Muhammadiyah Paesan kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu institusi pendidikan dasar terkemuka di Kabupaten Pekalongan. Pada hari ini, sekolah tersebut sukses menyelenggarakan ajang Crestpac 2026 (Creative Student Teacher and Parent Competition), sebuah kompetisi kreatif yang melibatkan siswa, guru, hingga orang tua.

Kepala SD Muhammadiyah Paesan, Laela Mujtahida, M.Pd., menjelaskan bahwa gelaran tahun ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari 24 TK se-Kabupaten Pekalongan. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi marching band, tahfidz, pildacil, menyanyi, hingga mendongeng. Khusus untuk cabang tahfidz dan lainnya, seleksi awal dilakukan secara daring melalui sistem liketerbanyak untuk menentukan finalis yang tampil hari ini.

"Kegiatan ini adalah wadah kreativitas, sportivitas, sekaligus penanaman karakter Islam. Kami bersyukur antusiasme peserta sangat luar biasa sesuai target. Harapannya, SD Muhammadiyah Paesan semakin dikenal luas hingga tingkat provinsi dan nasional," ujar Laela. 

Beliau juga menambahkan bahwa untuk tahun ajaran 2026/2027, kuota siswa baru hampir terpenuhi dengan 80 pendaftar dan 61 di antaranya sudah melakukan daftar ulang. Pendaftaran (SPMB) akan segera ditutup pada Februari mendatang.

Apresiasi tinggi datang dari Perwakilan PDM Kabupaten Pekalongan Drs H.Mardi raharjo menyebut SD Muhammadiyah Paesan sebagai "Ikon PDM" karena memenuhi kriteria sekolah unggulan: diminati masyarakat, sarana prasarana memadai, serta memiliki intensitas kegiatan yang produktif sepanjang waktu.

"Pelayanan guru di sini luar biasa, komunikasi dengan wali murid tidak terbatas jam sekolah. Sekolah ini menjalankan tiga fungsi utama Muhammadiyah dengan sangat baik, yaitu pengkaderan, dakwah, dan pelayanan publik. Kepercayaan orang tua yang tinggi adalah buktinya," ungkap perwakilan PDM tersebut.

Di sisi lain, Penanggung Jawab Dikdasmen PCM, Mujiyatna, menyoroti tantangan pengembangan infrastruktur akibat melonjaknya minat masyarakat. Karena jumlah murid yang terus meningkat hingga terpaksa menolak pendaftar akibat keterbatasan ruang, pihak sekolah berencana melakukan ekspansi fisik.

"Tantangan utama kami adalah lahan. Namun, kami memproyeksikan dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, gedung bagian barat akan dibangun menjadi tiga lantai. Fokus kami adalah menjaga prestasi tetap stabil, meningkatkan kesejahteraan guru, dan memperkuat sinergi dengan masyarakat agar SD Muhammadiyah Paesan menjadi sekolah unggulan di segala bidang," pungkas Mujiyatna.

Dengan kesuksesan Crestpac 2026 dan manajemen sekolah yang progresif, SD Muhammadiyah Paesan optimis dapat terus mencetak generasi yang sholeh, kreatif, dan mandiri.(mal)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: