Longsor Terjang Dua Desa di Batang, 6 Rumah Warga Tertimpa Matrial Longsoran
Sejumlah warga membersihkan matrial longsor yang menimpa sejumlah rumah.-Istimewa -
BATANG - Tebing longsor menerjang permukiman warga di dua desa di Kabupaten BATANG, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, lokasi pertama terjadi di Dukuh Tampingan, Desa Tombo, Kecamatan Bandar. Longsoran material tanah mengenai empat unit rumah warga di RT 02/RW 01.
"Laporan awal kami terima dari perangkat kecamatan. Longsor diduga dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajri, ketika dikonfirmasi.
Keempat rumah yang terdampak antara lain milik Atmari (kerusakan dapur), Marjiun, Lukman, dan Wahudi (kerusakan tembok). Warga sempat melakukan pembersihan secara swadaya sebelum akhirnya dihentikan karena faktor keamanan.
BACA JUGA:Klaim Ekonomi Lesu Dibantah Bupati Batang, Data Tunjukan Belanja Masyarakat Naik
BACA JUGA:Bupati Batang Tegur Kepala OPD Absen di Rapat RKPD 2027:
"Pembersihan terpaksa ditunda karena kondisi sudah gelap. Akan dilanjutkan Sabtu (17/1) pagi dengan pengawalan personel BPBD," jelas Fajri.
Selain di Desa Tombo, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Reban, Kecamatan Reban. Di lokasi kedua ini, longsor mengarah ke dua rumah warga, namun hanya menyebabkan kerusakan ringan.
Fajri menegaskan, berdasarkan pengamatan sementara, seluruh kerusakan yang terjadi dikategorikan ringan. "Belum ada kebutuhan untuk melakukan evakuasi warga. Situasi masih terkendali," katanya.
Namun, BPBD mengakuai bahwa bencana ini terjadi tanpa ada tanda-tanda peringatan sebelumnya. Faktor kejenuhan tanah akibat hujan prolonged diduga menjadi pemicu utama.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menginstruksikan pemerintah desa dan aparat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga di sekitar lokasi rawan juga diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi longsor susulan.
"Pemantauan terhadap tebing-tebing yang masih labil akan terus dilakukan. Untuk saat ini, aktivitas warga masih dapat berjalan normal," pungkas Fajri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
