Dirgahayu Batang Atas
iklan banner Honda atas

Banjir Mulai Surut di Desa Pait, 162 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Banjir Mulai Surut di Desa Pait, 162 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, meninjau lokasi terdampak banjir di Siwalan, Senin, 19 Januari 2026.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Meski banjir di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, mulai menunjukkan tanda-tanda surut, ratusan warga masih bertahan di posko pengungsian

Kepala Desa Pait Muhammad Yusuf, Selasa pagi, 20 Januari 2026, menyebutkan, meskipun air mulai surut, 162 warga masih bertahan di pengungsian.

"Alhamdulillah air sudah mulai surut, tapi warga masih belum berani pulang. Mudah-mudahan sore ini sudah bisa kembali ke rumah," kata Muhammad Yusuf kepada Radar Pekalongan.

Ratusan pengungsi tersebut tersebar di tiga posko utama. Yakni di posko Kecamatan Siwalan sebanyak 39 orang, posko PT Lakatex sebanyak 85 orang, dan posko Hj Tamiri sebanyak 38 orang.

Baca juga:Banjir Rendam 7 Desa di Siwalan dan Sragi, Kapolres Pekalongan Siagakan 3 Posko Utama, 214 Jiwa Mengungsi

Menurutnya, warga masih bertahan di posko karena khawatir adanya genangan susulan serta kondisi rumah yang belum sepenuhnya kering.

"Kami tetap mengimbau warga untuk bersabar dulu. Keselamatan lebih utama," imbuhnya.

Terkait kebutuhan pengungsi, Kades Pait memastikan logistik dalam kondisi aman dan mencukupi. Bantuan dari berbagai pihak masih terus disalurkan ke posko-posko pengungsian.

"Alhamdulillah untuk logistik masih aman," ujarnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, meninjau lokasi terdampak banjir, Senin, 19 Januari 2026. Dalam kunjungannya, Kapolres menyisir sejumlah dukuh yang terdampak cukup parah, di antaranya Dukuh Tugurejo, Babadan, dan Grabyak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air di permukiman warga saat ini berada di kisaran 20 hingga 40 sentimeter. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 10 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya.

"Debit air memang mulai turun, namun di beberapa titik masih cukup tinggi. Karena itu, warga kami minta tetap berada di pengungsian sampai kondisi benar-benar aman," ujar AKBP Rachmad.

Pada Hari Senin, lanjut Kapolres, terdapat 207 warga Desa Pait yang masih bertahan di posko pengungsian. Distribusinya terbagi di tiga titik utama guna memudahkan koordinasi dan penyaluran bantuan.

Tercatat sebanyak 48 orang mengungsi di Kantor Kecamatan Siwalan, 88 orang di posko PT Lokatex, dan 71 orang lainnya berada di posko Dukuh Grabyak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait