iklan banner Honda atas

Waspada Aquaplaning di Jalur Pantura, Mengerem Mendadak Saat Hujan Bisa Jadi Fatal

Waspada Aquaplaning di Jalur Pantura, Mengerem Mendadak Saat Hujan Bisa Jadi Fatal

Fenomena aquaplaning, atau kehilangan daya cengkeram ban akibat genangan air, menjadi ancaman serius yang sering kali diabaikan.-Istimewa -

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Jalur Pantai Utara (Pantura) sebagai tulang punggung logistik nasional menyimpan bahaya tersembunyi bagi pengendara sepeda motor saat musim hujan tiba. Fenomena aquaplaning, atau kehilangan daya cengkeram ban akibat genangan air, menjadi ancaman serius yang sering kali diabaikan.

Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, memaparkan bahwa aquaplaning terjadi ketika ban kendaraan kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena terhalang lapisan air.

"Alih-alih membelah air, ban justru mengambang di atasnya. Pada kondisi ini, kendaraan sepenuhnya kehilangan traksi," jelasnya.

Risiko aquaplaning di jalur Pantura disebutkan meningkat karena kombinasi beberapa faktor.

BACA JUGA:Jangan Langsung Istirahat! Cek 5 Bagian Motor Honda Ini Usai Terjang Hujan Deras

BACA JUGA:Awali Tahun dengan Meriah, Ribuan Gen Z Solo Rayakan Launching All New Honda Vario 125

Pertama, kebiasaan berkendara dengan kecepatan tinggi, seringkali melampaui 60 km/jam, terutama saat kondisi jalan sepi.

Kedua, kondisi ban yang sudah aus dan pola kembangan yang tipis mengurangi kemampuannya membuang air dengan optimal.

Ketiga, karakteristik jalan itu sendiri, dengan adanya cekungan dan perbedaan ketinggian antara bahu beton dan badan aspal, yang memungkinkan terbentuknya kubangan air.

"Insting pertama saat ban mulai mengambang biasanya adalah mengerem keras. Itu justru kesalahan fatal," tegas Oke. Saat terjadi aquaplaning, pengereman mendadak—terutama pada roda depan—akan menyebabkan roda terkunci.

Tanpa adanya gesekan dengan permukaan jalan, motor dapat terpelanting (lowside) secara tiba-tiba. Di jalur padat seperti Pantura, terjatuh berpotensi memicu insiden beruntun dengan kendaraan besar di belakang.

Data keselamatan berkendara mencatat, kecepatan moderat dalam kondisi basah tidak menjamin keamanan. Berkendara 40 km/jam di jalan licin dapat lebih berisiko dibandingkan 80 km/jam di jalan kering jika pengendara abai terhadap manajemen risiko.

Langkah Antisipasi dan Penyelamatan Diri

Instruktur safety riding memberikan panduan jika motor mulai kehilangan kendali di atas genangan:

1. Kurangi Gas Perlahan: Turunkan putaran mesin secara bertahap, hindari penutupan gas secara tiba-tiba.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: