Pentingnya Pengecekan “Sepatu Karet” Motor Usai Libur Lebaran
Libur lebaran telah usai, saatnya untuk mengecek kembali Sepatu Karet Motor untuk memastikan kondisinya tetap prima.-Istimewa -
SEMARANG – Libur lebaran telah usai, saatnya untuk mengecek kembali Sepatu Karet Motor untuk memastikan kondisinya tetap prima.
Bayangkan Si Sepatu Karet Motor ini telah menjadi teman setiamu dan menemani perjalanan mudik panjang dengan tugasnya yang berat seperti menahan beban seluruh tubuh motor, menempel erat di aspal supaya Anda tidak terpeleset, dan harus berputar ribuan kali sepanjang perjalanan berlangsung.
Fachrul Reza Instuktur Training Astra Motor Jateng mengungkap bahwa perumpamaan Si Sepatu Karet ini adalah Ban Motormu.
Ban Motor biasanya memberikan kode – kode kecil ketika sedang butuh diperhatikan, namun bikers kerapkali mengabaikannya dan hal ini bisa berbahaya karena mobilitas sehari – hari bisa terganggu ketika kita bekerja.
BACA JUGA:Rayakan Hari Jadi ke 69 Astra International, Astra Motor Jateng Lakukan Donor Darah
Berikut tanda – tanda yang harus perhatikan yaitu
• Jangan Biarkan Ban "Sesak Napas"
Menjaga tekanan angin ban merupakan aspek penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara. Tekanan angin yang kurang dapat menyebabkan ban kehilangan kekuatan struktur, sehingga lebih mudah mengalami kerusakan seperti retak atau pecah. Sebaliknya, tekanan angin yang berlebihan membuat ban menjadi terlalu kaku dan mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan, sehingga meningkatkan risiko tergelincir. Oleh karena itu, penting melakukan pemeriksaan tekanan angin ban secara rutin, setidaknya sekali dalam seminggu, dan menyesuaikan sesuai standar apabila kondisi ban dirasa kurang optimal.
• Singkirkan "Duri dalam Daging"
Keberadaan benda asing seperti kerikil atau bahkan paku yang terselip di sela - sela motif ban perlu mendapat perhatian serius karena dapat membahayakan kondisi ban. Jika dibiarkan, benda tersebut berpotensi masuk lebih dalam akibat tekanan saat kendaraan digunakan, sehingga dapat merusak lapisan dalam ban dan meningkatkan risiko kebocoran. Untuk mencegah hal tersebut, saat mencuci kendaraan pastikan untuk membersihkan benda asing yang menempel pada sela ban menggunakan alat sederhana agar kinerja dan keamanan ban tetap terjaga.
• Perhatikan "Garis Nasib" (TWI)
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan indikator keausan ban (TWI) sebagai batas aman penggunaan. Jika permukaan ban telah sejajar dengan indikator tersebut, ban dinyatakan aus dan berisiko menurunkan daya cengkeram, terutama di jalan basah. Oleh karena itu, penggantian ban secara tepat waktu penting dilakukan guna menjaga keselamatan berkendara.
• Jangan Kasih Beban Terlalu Berat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
