Viral! Pohon Setinggi 20 Meter di Dororejo Terbakar Hebat Disambar Petir, Api Tak Padam 2 Hari
Pohon terbakar usai tersambar petir di Desa Dororejo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan viral di media sosial.-Dok Warga-
KAJEN, RADAR PEKALONGAN.CO.ID – Sebuah insiden alam yang cukup mencekam terjadi di wilayah Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Sebatang pohon randu berukuran besar di Desa Dororejo dilaporkan terbakar hebat setelah tersambar petir pada Minggu malam, 29 Maret 2026.
Peristiwa pohon terbakar akibat sambaran petir tersebut sempat viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan kobaran api besar menyelimuti bagian atas pohon yang menjulang tinggi di tengah gelapnya malam.
Percikan api bahkan terlihat berjatuhan dan memicu kekhawatiran warga sekitar.
Lokasi kejadian berada di area pemakaman Dororejo, tepatnya di tepi jalan arah Dempel, Rogoselo, atau di samping Lapangan Dororejo.
Kepala Desa Dororejo, Alimin, saat dikonfirmasi, Selasa, 31 Maret 2026, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat kondisi cuaca gerimis disertai petir pada Minggu sore.
Baca juga:Lagi Asyik Lepas Merpati, Sutikno Tewas Tersambar Petir di Karangdadap
"Minggu sore habis Asar, kondisi gerimis rintik-rintik. Tiba-tiba petir menyambar pohon randu setinggi sekitar 20 meter. Pohon itu sudah tua, diperkirakan usia sekitar 30 tahunan, berada di tepi jalan area makam,” ujar Alimin.
Akibat sambaran petir tersebut, api muncul di bagian pohon. Awalnya kecil, namun kemudian membesar karena tiupan angin.
"Awalnya api terlihat kecil, tapi lama-lama membesar karena hembusan angin. Api membumbung tinggi dan membakar bagian atas pohon," tambahnya.
Lebih lanjut, Alimin menyebutkan bahwa api tidak langsung padam, melainkan terus menyala hingga dua hari.
"Nyala api itu bertahan dari Minggu sampai Senin, baru kemudian padam. Akibatnya, bagian atas pohon sekitar 3 meter ambruk karena terbakar," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya pada pohon yang sama, yakni pada tahun 2018. Namun, saat itu kebakaran tidak sebesar kali ini.
"Dulu pernah kejadian sekitar tahun 2018, pohon yang sama tersambar petir juga, tapi apinya tidak sebesar sekarang," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
