iklan banner Honda atas

Terminal Kontak Bertumpuk Picu Kebakaran Rumah di Lebakbarang

Terminal Kontak Bertumpuk Picu Kebakaran Rumah di Lebakbarang

Dipicu penggunaan stop kontak yang menumpuk, sebuah kamar di lantai 2 rumah milik pensiunan PNS di Lebakbarang terbakar.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Kebakaran menghanguskan sebuah kamar di lantai dua rumah milik seorang pensiunan PNS di Dukuh Sonje, Desa Lebakbarang, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Minggu sore, 29 Maret 2026. 

Kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik akibat penggunaan terminal kontak yang berlebihan atau bertumpuk.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, melalui Kapolsek Lebakbarang Iptu Daryanto, menjelaskan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.30 WIB dari bagian atas rumah korban, Slamet Subchi Achmad (64).

"Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, titik awal api berasal dari korsleting listrik pada colokan di kamar lantai dua," terang dia. 

Korban yang saat itu berada di lantai bawah, lanjut dia, baru menyadari rumahnya kebakaran setelah mendengar teriakan peringatan dari tetangganya.

Baca juga:Kasus Penculikan Gacon Memanas! Penyidik Siap Panggil Terlapor Diduga Anggota DPR RI

Kejadian bermula saat tetangga korban, Sumiyati (55) dan Kasnaim (70), melihat asap hitam pekat membumbung dari lantai atas rumah korban. 

Saksi kemudian berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Korban bersama warga pun bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Beruntung, berkat kesigapan warga, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.30 WIB, sehingga api tidak merambat ke seluruh bangunan rumah atau pemukiman sekitarnya.

Dalam olah TKP yang dilakukan personel Polsek Lebakbarang, ditemukan barang bukti berupa utas kabel stop kontak yang hangus serta serpihan abu kasur.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa colokan listrik di kamar tersebut memang sudah sering mengalami kendala atau korslet. Namun, pemilik tetap menggunakannya dengan menambah terminal 'T' dan rol kabel untuk keperluan mengisi daya ponsel," jelas Iptu Daryanto.

Beban listrik yang tidak stabil tersebut diduga memicu percikan api yang kemudian menyambar dua buah kasur yang ditumpuk di dalam kamar berukuran 2x3 meter tersebut.

Akibatnya, struktur kayu plafon hangus terbakar, dinding mengelupas, serta lemari pakaian yang berisi dokumen berharga seperti ijazah dan BPKB ikut terdampak.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait