iklan banner Honda atas

Balon Udara Liar "MBG Genk" Jatuh di Rumah Warga di Podo Kedungwuni

Balon Udara Liar

Petugas amankan balon udara liar disertai rangkaian petasan yang jatuh di atap rumah warga di Gang 05 Podo, Kedungwuni. -Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Meski aparat gabungan merazia balon udara dan petasan dengan melakukan sweeping di sejumlah desa, aksi pelepasan balon udara secara liar saat syawalan masih tetap terjadi di Kota Santri.

Bahkan, penerbangan balon udara liar dilengkapi dengan rangkaian petasan ini gagal hingga akhirnya jatuh menimpa atap rumah warga.

Kejadian jatuhnya balon udara yang dilengkapi rangkaian petasan mengagetkan warga Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Minggu pagi, 29 Maret 2026. Balon tersebut jatuh dan menimpa atap rumah milik warga.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan ke Polsek Kedungwuni oleh Kastoni (55), seorang pedagang yang juga merupakan pemilik rumah yang terdampak. Peristiwa terjadi di Gang 05 Desa Podo.

Kastoni mengatakan, saat kejadian dirinya bersama dua saksi lainnya, Rina Supriyanti (45) dan Muhammad Miftah (24), sedang berada di dalam rumah. 

Baca juga:Cegah Penerbangan Balon Udara Liar saat Syawalan, Polisi Sweeping 11 Desa di Karangdadap Pekalongan

Mereka tiba-tiba mendengar suara benda jatuh dari arah atap. Setelah keluar untuk mengecek, mereka mendapati sebuah balon udara berukuran besar beserta rangkaian petasan telah tersangkut di bagian atas rumah.

Warga kemudian bersama-sama membantu menurunkan balon udara tersebut dari atap. Setelah berhasil diamankan, Kastoni melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa balon udara tersebut memiliki tinggi sekitar 7 meter dengan diameter 4 meter, berwarna biru dan bertuliskan "MBG Genk". 

Selain itu, ditemukan rangkaian petasan yang terdiri dari 4 buah petasan berukuran diameter 4 cm dengan panjang 10 cm, serta 10 buah petasan berukuran diameter 1,5 cm dengan panjang 5 cm.

Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material. Namun demikian, asal-usul balon udara tersebut masih belum diketahui.

Kapolsek Kedungwuni Iptu Amin, menyampaikan, setelah menerima laporan dari warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari para saksi. 

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait asal balon udara dan pihak yang bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara yang disertai petasan karena dapat membahayakan keselamatan dan berpotensi menimbulkan kebakaran maupun kerusakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: