iklan banner Honda atas

LPMK Karangasem Utara Periode 2026–2029 Dilantik, Banjir dan Kumuh Jadi PR Besar

LPMK Karangasem Utara Periode 2026–2029 Dilantik, Banjir dan Kumuh Jadi PR Besar

DILANTIK - Pelantikan penguru LPMK Karangaseum Utara 2026-2029.-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Masalah banjir musiman dan kawasan permukiman kumuh masih menjadi bayang-bayang kehidupan warga Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang. Karena itu, pelantikan Ketua dan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) periode 2026–2029 menjadi titik tumpu harapan baru bagi masyarakat agar lingkungan mereka bisa lebih layak dan aman.

Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Bagi warga, kepengurusan LPMK yang baru diharapkan mampu mendorong solusi nyata atas persoalan banjir yang kerap merendam sejumlah RW dan dukuh saat musim hujan, sekaligus mengentaskan wilayah yang masih berstatus kawasan kumuh.

Ketua LPMK Karangasem Utara yang baru dilantik, Teguh Supriyanto, mengakui tantangan besar yang dihadapi wilayahnya. Ia menyebut beberapa titik, khususnya di RT 7, 8, dan 9, masih tercatat sebagai kawasan kumuh oleh pemerintah dan membutuhkan penanganan serius serta kolaborasi lintas pihak.

“Tugas kami memang berat. Masih ada wilayah yang masuk kategori kumuh dan ini harus kita realisasikan perbaikannya bersama-sama. Tapi alhamdulillah, kepengurusan LPMK kali ini cukup komplit dari sisi pengalaman,” ujar Teguh.

Perwakilan Pemerintah Kecamatan Batang, Luksono Pramudito, menegaskan bahwa LPMK memiliki peran strategis sebagai mitra kelurahan dalam mengawal pembangunan, terutama untuk menjawab persoalan riil yang dihadapi warga Karangasem Utara.

“LPMK ini bukan hanya formalitas. Mulai dari perencanaan, pengawalan, sampai evaluasi pembangunan, perannya sangat penting. Apalagi Karangasem Utara masih memiliki titik-titik banjir di beberapa RW dan dukuh saat musim hujan,” kata Luksono, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, pengalaman Teguh yang pernah berkecimpung di birokrasi dan sektor swasta diharapkan mampu menjembatani aspirasi masyarakat hingga ke tingkat kabupaten, terutama terkait program penanganan banjir dan penataan lingkungan.

Teguh menegaskan, program kerja LPMK ke depan akan difokuskan pada kebutuhan nyata warga, bukan sekadar rencana di atas kertas. Upaya perbaikan infrastruktur lingkungan, pengurangan risiko banjir, dan penataan kawasan kumuh menjadi prioritas yang akan dikawal bersama kelurahan dan pemerintah daerah.

Bagi warga Karangasem Utara, pelantikan pengurus LPMK periode 2026–2029 ini menjadi awal baru perjuangan menuju lingkungan yang lebih tertata, aman, dan manusiawi, tanpa harus terus dihantui banjir setiap musim hujan tiba. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: