Waspada Gejala Leptospirosis Saat Banjir Dapat Menyebabkan Kematian
Kenali Gejala dan Cara Penularan Leptospirosis Saat Banjir Dapat Menyebabkan Kematian -radarpekalongan/Putri Aulia -
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Saat musim hujan muncul, masalah kesehatan tertentu juga bertambah, dan salah satunya adalah Leptospirosis. Penyakit ini dikenal dengan sebutan "Penyakit kencing tikus" karena cara penularannya yang berhubungan dengan air serta kebersihan lingkungan buruk, yang dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian.
Maka dari itu, penting untuk mengetahui tentang Leptospirosis lebih dalam bagaimana tanda-tanda dan penyebarannya, terutama bagi Anda yang tinggal di daerah yang sering mengalami banjir.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini dapat menjangkiti baik manusia maupun hewan. Penyakit ini dapat menular melalui urin hewan yang terinfeksi, terutama dari tikus. Penularan terjadi melalui air, tanah, lumpur, atau makanan yang sudah terkontaminasi, yang sering dijumpai di lingkungan setelah bencana. Apabila tidak mendapatkan pengobatan, leptospirosis bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti gagal ginjal atau hati, meningitis, kesulitan bernapas, bahkan lebih parahnya hingga kematian.
BACA JUGA:Pastikan Gizi Pengungsi Aman, Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab Tinjau Dapur Umum Kodim 0710
Sebenarnya, leptospirosis dapat dicegah jika kita waspada sejak dini, baik dari segi lingkungan, perilaku masyarakat, maupun kesiapan layanan kesehatan. Penyakit ini biasanya meningkat setelah terjadi banjir atau saat musim hujan. Hal ini disebabkan pada musim tersebut, masyarakat lebih sering bersentuhan dengan air banjir, yang berisiko terkontaminasi oleh urin hewan pembawa kuman leptospirosis.
Sanitasi yang tidak baik, genangan air, dan bertambahnya jumlah tikus setelah banjir adalah faktor utama yang meningkatkan kemungkinan penularan. Aktivitas masyarakat tanpa menggunakan alat pelindung saat membersihkan rumah atau beraktivitas di area yang terendam air juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Air banjir tidak hanya menjijikkan, tetapi juga dapat mengandung bakteri bernama Leptospira, yang berasal dari urine tikus.
Umumnya, bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil saat kita bersentuhan langsung dengan air kotor, seperti air banjir yang terkontaminasi oleh urine tikus. Leptospirosis dapat memiliki konsekuensi yang serius, seperti kerusakan ginjal hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Cara Penularan Leptospirosis
Anda bisa terinfeksi leptospirosis melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi oleh cairan tubuh, seperti urin atau darah, dari hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira. Hewan-hewan yang berpotensi menularkan leptospirosis meliputi tikus, anjing, dan hewan ternak, seperti sapi dan babi.
Ketika hujan deras terjadi, urin hewan yang ada di tanah dan permukaan lain bisa bercampur dengan air yang menggenang atau banjir. Jika Anda terpapar oleh air tersebut, misalnya saat berjalan di area yang tergenang, Anda bisa menghadapi risiko terkena leptospirosis.
Gejala Leptospirosis
Gejala leptospirosis umumnya mulai terlihat setelah 5 hingga 14 hari setelah terpapar bakteri Leptospira. Namun, ada kemungkinan gejala ini muncul lebih cepat, yaitu sekitar hari kedua, atau bisa juga muncul lebih lambat, hingga hari ke-30 setelah terpapar bakteri.
Gejala awal leptospirosis meliputi:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
