iklan banner Honda atas

DPUPR Batang Kerahkan Alat Berat Bersihkan Dua Titik Longsor yang Putuskan Akses Jalan dan Pendidikan

DPUPR Batang Kerahkan Alat Berat Bersihkan Dua Titik Longsor yang Putuskan Akses Jalan dan Pendidikan

DPUPR Batang kerahkan alat berat untuk membersihkan matrial longsor yang menutupi akses jalan.-Istimewa -

BATANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten BATANG mengerahkan ekskavator untuk membersihkan material tanah longsor yang memutus sejumlah ruas jalan di Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Penanganan difokuskan pada dua lokasi yang terdampak parah.

Kepala DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono, mengatakan kedua titik tersebut berada di jalur Deles–Rejosari dan wilayah Pranten Atas.

"Di Pranten ada dua titik prioritas. Satu di jalur Deles–Rejosari dengan timbunan material sekitar 100 meter, dan satu lagi di Pranten Atas dengan kondisi yang cukup berat," ujar Endro di kantornya, Selasa (27/1/2026).

Respon cepat telah dilakukan dengan mendatangkan alat berat ke lokasi tak lama setelah kejadian. Namun, proses normalisasi diperkirakan memakan waktu hingga seminggu, khususnya untuk lokasi di Pranten Atas.

BACA JUGA:Longsor di Desa Pranten Kabupaten Batang Rusak 14 Rumah, 2 Tertimbun Material

BACA JUGA:PT Bhimasena Power Indonesia Salurkan Bantuan Logistik Darurat untuk Korban Banjir di Batang

"Material di Pranten Atas tidak hanya menutup jalan, tetapi juga meliputi satu hingga dua rumah warga beserta satu unit kendaraan roda dua. Penanganannya butuh ketelitian karena ada bangunan yang terdampak," jelasnya.

Untuk mempercepat pemulihan, dua unit alat berat ditugaskan secara terpisah di masing-masing lokasi. Endro memaparkan bahwa kedua ruas jalan mengalami kerusakan akses yang serius.

"Jalur Bawang-Deles-Rejosari pernah tertutup total, sedangkan jalur di Pranten Atas memutus akses menuju fasilitas penting, termasuk pendidikan," terangnya.

Salah satu fasilitas yang terdampak adalah SMP Negeri 4 Bawang. Saat ini, lalu lintas sepeda motor sudah dapat melintas secara terbatas di ruas Deles–Rejosari, meski pengendara diminta ekstra berhati-hati karena aktivitas alat berat dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya bersih. Sementara, akses melalui Pranten Atas masih sama sekali tertutup bagi kendaraan.

DPUPR juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tanah di sekitar lokasi masih rentan bergerak, terlebih musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung.

"Masyarakat, terutama pengendara yang melintas di Deles–Rejosari, harus sangat berhati-hati. Untuk Pranten Atas, kami mohon untuk mencari jalur alternatif sementara," imbau Endro.

Selain penanganan darurat, DPUPR Batang berencana melakukan evaluasi mendalam terkait tata ruang, penggunaan lahan, dan aspek bangunan di kawasan rawan bencana tersebut. Kajian ini ditujukan untuk memperkecil potensi terjadinya longsor serupa di masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: