Jalan Provinsi Rusak, Pemkab Pekalongan Koordinasi ke Balai Jalan
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Memasuki musim cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pekalongan mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi pada jalan milik pemerintah kabupaten, tetapi juga pada jalan provinsi Jawa Tengah yang berada di wilayah Kota Santri.
Beberapa ruas jalan provinsi yang dilaporkan mengalami kerusakan di antaranya Jalan Raya Kajen–Bojong, Kajen–Paninggaran, serta Jalan Kajen–Karanganyar. Kondisi jalan yang berlubang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebut merupakan dampak dari tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
"Jadi, terkait dengan jalan provinsi, ya imbas dari curah hujan. Karena curah hujan ini, BMKG kan menyampaikan sampai dasarian ketiga Januari ini curah hujan masih akan tinggi sampai tanggal 31," ujar Yulian.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Jalan untuk segera melakukan perbaikan pada ruas jalan provinsi yang rusak.
"Kami sudah koordinasi dengan pihak provinsi, Balai Jalan, untuk segera dilakukan perbaikan," lanjutnya.
Selain jalan provinsi, Yulian juga mengakui bahwa sejumlah jalan kabupaten turut terdampak. Namun, pihaknya memastikan perbaikan akan segera dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat.
"Tidak hanya jalan provinsi, jalan kabupaten pun terdampak. Tapi kami menunggu, PU akan segera melakukan perbaikan-perbaikan, itu sudah pasti," katanya.
Meski demikian, Pemkab Pekalongan tetap menyesuaikan langkah perbaikan dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas masyarakat.
"Sekali lagi, karena informasi cuaca dari BMKG sampai dasarian ketiga Januari curah hujan masih tinggi, maka fokus kita bagaimana agar aktivitas masyarakat tetap lancar," pungkas Yulian.
Sementara salah satu warga pengguna jalan, Khaerudin asal Kecamatan Kajen mengatakan dengan banyaknya jalan berlubang, dirinya merasa harus hati hati.
"Sekarang berangkat kerja kalau lewat Kajen - Bojong harus ekstra hati hati, karena banyak lubangnya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
