Cetak Pendidik Berkarakter Profetik, Unikal Sambut 60 Mahasiswa PPG Calon Guru dari Penjuru Nusantara
--
PEKALONGAN,RADARPEKALONGAN.CO.ID- Universitas Pekalongan (Unikal) kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui penyambutan mahasiswa baru program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Setelah sukses mengelola 1.500 guru tertentu pada periode Oktober hingga Desember, kini giliran 60 mahasiswa PPG Calon Guru dari berbagai penjuru tanah air yang memulai perjalanannya di kampus ini.
Dekan FKIP Unikal, Susanto, S.S., M.Hum., mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada institusinya. Mahasiswa yang bergabung kali ini datang dari lokasi yang sangat beragam, mulai dari ujung Aceh hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, momentum ini juga menjadi ajang "pulang kandang" bagi alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unikal yang memilih kembali ke almamater untuk menempuh jenjang profesi.
"Sebelum memasuki tahap orientasi, para mahasiswa telah melewati proses matrikulasi, khususnya bagi mereka yang berasal dari latar belakang non-kependidikan. Matrikulasi ini krusial untuk memberikan bekal ilmu pendidikan dan pengajaran yang mungkin tidak mereka dapatkan saat menempuh jurusan murni," ujar Susanto.
Orientasi lokal yang dilaksanakan hari ini mencakup pengenalan jajaran dosen, pengelola kampus, hingga materi penting mengenai anti-bullying. Lebih dari sekadar administratif, orientasi ini menjadi wadah untuk menanamkan visi-misi FKIP Unikal yang berlandaskan nilai profetik.
"Harapan kami, lulusan PPG Unikal memiliki ciri khas sebagai pengajar yang humanis, mengajar untuk membebaskan, dan menginspirasi, bukan sekadar rutinitas. Kami ingin mereka meniatkan setiap langkah mengajar sebagai ibadah. Dengan begitu, mereka tidak akan mudah putus asa karena pengabdian mereka ditujukan langsung kepada Allah SWT," tegas Susanto.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor Unikal, Assoc. Prof. Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., menekankan bahwa peran guru di masa kini telah bertransformasi. Ia menegaskan bahwa guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan harus mampu menjadi fasilitator, motivator, serta inovator bagi siswa di sekolah.
"Dalam program ini, kami sangat mengedepankan aspek etika, akhlak, dan moral. Hal ini sesuai dengan cita-cita besar Unikal untuk menghasilkan generasi yang mandiri, profesional, dan berakhlak mulia," jelas Rektor.
Selain fokus pada kualitas individu, program PPG ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi permasalahan kesejahteraan guru di Indonesia. Melalui sertifikasi pendidik, para lulusan mendapatkan kepastian nasib dan penempatan yang lebih jelas. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir praktik pengangkatan guru honorer yang dilakukan secara serampangan, sekaligus meningkatkan harkat, martabat, dan kemakmuran para pahlawan tanpa tanda jasa di masa depan.(Mal)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
