Inovasi “Sudut Emosi”, Cara Guru TK di Pekalongan Bantu Anak Kelola Perasaan Sejak Dini
Sudut emosi- Penampakan sudut emosi yang berada di TK Ma’had Islam Kota Pekalongan.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi
Radarpekalongan.co.id- Kota Pekalongan memiliki beragam inovasi di bidang pendidikan anak usia dini. Salah satunya datang dari TK Ma’had Islam Kota Pekalongan melalui inovasi bertajuk “Sudut Emosi”, sebuah metode penanganan emosi anak yang digagas oleh guru pengajar, Febri Astuti atau yang akrab disapa Ustadzah Febri. Dan inovasi ini juga telah masuk dalam ajang inovasi di tingkat Kota Pekalongan.
Inovasi tersebut berangkat dari pengalaman langsung di ruang kelas saat mendampingi siswa yang kerap mengalami kesulitan mengendalikan emosi. Anak tersebut mudah tersulut emosi, bahkan akibat hal sepele seperti bersenggolan dengan teman. Kondisi semakin diperparah ketika anak datang ke sekolah dengan suasana hati yang kurang baik dari rumah, misalnya karena terlambat atau tidak mengikuti kegiatan awal seperti salim dan doa pagi.
Puncak kejadian terjadi ketika anak tidak mampu mengendalikan emosinya hingga melukai diri sendiri di dalam kelas. Peristiwa tersebut menjadi refleksi bagi pihak sekolah, khususnya Ustadzah Febri, untuk mencari pendekatan yang lebih tepat dalam membantu anak mengenali dan mengelola emosinya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Ustadzah Febri kemudian merancang Sudut Emosi, yakni sebuah area khusus di dalam ruang kelas yang berfungsi sebagai tempat anak menenangkan diri. Sudut ini dilengkapi dengan karpet, kaca, papan bertuliskan sudut emosi, boneka dengan berbagai ekspresi emosi, serta kartu dan permainan edukatif yang membantu anak mengenali perasaan seperti marah, sedih, maupun bahagia.
BACA JUGA:Matematika Disulap Jadi Media Imajinasi Moral, Inovasi Guru SMPN 2 Pekalongan Diapresiasi Pemkot
Sudut Emosi tidak hanya diperuntukkan bagi anak yang sedang mengalami ledakan emosi, tetapi juga dapat digunakan oleh seluruh siswa. Melalui pendampingan guru, anak diajak untuk menenangkan diri, membaca istighfar, memeluk boneka, hingga mengungkapkan perasaan secara bertahap dengan bahasa yang sederhana.
“Melalui Sudut Emosi, anak belajar mengenali apa yang mereka rasakan dan menyalurkannya dengan cara yang lebih positif,” ujar Ustadzah Febri, saat berbincang dengan Radar, Kamis (29/1/2026).
Penerapan inovasi tersebut menunjukkan dampak positif. Anak menjadi lebih tenang, mudah diajak berkomunikasi, serta kejadian emosional yang berlebihan dapat diminimalisir. Meski tidak bertujuan mengubah karakter anak secara instan, Sudut Emosi dinilai efektif sebagai sarana pengelolaan emosi anak usia dini di lingkungan sekolah.
Ustadzah Febri menegaskan bahwa pengelolaan emosi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan memerlukan kolaborasi dengan orang tua. Ia berharap konsep Sudut Emosi juga dapat diterapkan di rumah sebagai ruang aman bagi anak untuk menenangkan diri secara mandiri.
Sebagai bentuk penguatan, TK Ma’had Islam Kota Pekalongan juga bekerja sama dengan tenaga psikolog yang secara rutin hadir setiap pekan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pendamping lanjutan dari inovasi Sudut Emosi, sehingga pengelolaan emosi anak dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh.
Melalui inovasi ini, diharapkan anak-anak mampu mengelola emosi sejak dini, sehingga proses pembelajaran di sekolah dapat berlangsung dengan lebih optimal. (Ap3)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
