INOFABA, Terobosan Baru Membatik Aman bagi Anak Usia Dini di Pekalongan
Kreasi- Ibu Ijah menunjukkan kreasi batik tulis anak didiknya menggunakan inovasi gagasannya INOFABA.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi
Radarpekalongan.co.id – Inovasi di bidang pendidikan anak usia dini kembali lahir dari Kota Batik. Siti Chodijah,S.Pd.AUD, M.Pd, guru TK Muslimat NU Masyitoh 11 Keputran, Kota Pekalongan, berhasil meraih Juara II Innovation Award Kota Pekalongan melalui gagasannya bertajuk INOFABA (Inovasi Formula Batik Aman Anak).
Perempuan yang akrab disapa Ibu Ijah ini sehari-hari mengajar anak-anak taman kanak-kanak. Dalam proses pembelajaran, ia aktif mengenalkan muatan lokal, salah satunya membatik, sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini.
Namun, selama ini pengenalan batik tulis kepada anak-anak khususnya anak usia dini kerap terkendala faktor keamanan. Proses membatik yang identik dengan malam panas dan api dinilai berisiko bagi anak-anak.
“Anak-anak itu ingin mencoba langsung. Tapi saat ke tempat batik selalu diingatkan hati-hati karena panas. Akhirnya mereka hanya melihat,” ujar Ijah saat berbincang dengan Radar Pekalongan, (23/1/2026).
Kondisi tersebut mendorong Ijah mencari cara agar anak-anak tetap bisa belajar membatik tulis dengan aman. Berbekal pengalaman keluarga di bidang batik, ia kemudian mengembangkan formula malam khusus yang aman untuk anak.
Formula tersebut dibuat dari malam batik tulis pada umumnya yang dipanaskan terlebih dahulu, lalu didiamkan hingga suhunya turun. Setelah itu ditambahkan campuran minyak dan BBM dengan takaran tertentu. Hasilnya, malam tetap cair, tidak perlu api, dan aman disentuh anak-anak.
BACA JUGA:Out of The Box GBK 2026 Hadir di Pekalongan, Dorong Literasi Lewat Bazar Buku Keliling
BACA JUGA:Tinjau 3 Lokasi Pasca Banjir, Bupati Kendal Pastikan Warga Sehat dan Dokumen Aman
“Malamnya tetap bisa dipakai membatik, tapi tidak panas. Anak-anak bisa memegang dan mencoretkan sendiri,” jelasnya.
Malam cair tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol dengan ujung diubah menggunakan canting. Dengan alat itu, anak-anak dapat membuat goresan batik sesuai imajinasi mereka.
Proses pengeringan dilakukan dengan diangin-anginkan, lalu dilanjutkan pelorotan sederhana menggunakan air panas dengan air panas yang dilakukan secara terkontrol.
Inovasi INOFABA telah dipraktikkan langsung di sekolah tempat ah Ijah mengajar. Anak-anak terlihat lebih berani berkreasi dan memahami proses membatik tulis sejak dini.
BACA JUGA:Tanah Gerak Guncang Desa Bubak Kandangserang, 2 Rumah Warga Rusak
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
