iklan banner Honda atas

Bupati Batang Gerah, Parkir Truk Liar di Exit Tol Kandeman Kembali Marak dan Membahayakan Pengguna Jalan

Bupati Batang Gerah, Parkir Truk Liar di Exit Tol Kandeman Kembali Marak dan Membahayakan Pengguna Jalan

Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat memimpin Rakor POK dengan jajaran OPD di lingkungan Pemkab Batang.-Istimewa -

BATANG - Bupati BATANG, M. Faiz Kurniawan, gerah dengan kembalinya aksi parkir semrawut truk-truk di bahu jalan sepanjang Jalur Pantura, terutama di kawasan Exit Tol Kandeman KM 348. Ia menilai penertiban yang selama ini dilakukan berjalan tidak konsisten.

Padahal, sejak awal 2025, Faiz telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk berkoordinasi dengan Satlantas Polres Batang dan PT Jasamarga guna membersihkan kawasan strategis itu.

Kenyataannya, menurut Bupati, penindakan hanya efektif saat ada petugas di lokasi. Begitu pengawasan lengah, truk-truk kembali memenuhi bahu jalan dan area keluar-masuk tol, mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi memicu kecelakaan.

"Sudah berulang saya ingatkan. Itu Kadishub, kenapa masih dibiarkan truk parkir di sekitar exit Tol Kandeman. Tolong rutin, jangan angot-angotan," tegas Bupati Faiz dalam Rapat Koordinasi Pokok (Rakor Pok) yang digelar di Aula Pemerintah Kabupaten Batang, Selasa (3/2/2026).

BACA JUGA:Empat Puskesmas di Kecamatan Batang akan Direlokasi untuk Tingkatkan Pelayanan

BACA JUGA:Musrenbang Kecamatan Batang Soroti Penanganan Banjir dan Keseimbangan Pembangunan

Faiz menegaskan, lokasi exit tol merupakan zona dengan intensitas lalu lintas tinggi yang harus selalu lancar. Parkir liar tidak hanya merusak estetika, namun juga membahayakan keselamatan publik.

Bupati Faiz meminta Dishub, Satlantas, dan Jasamarga meningkatkan pengawasan secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada operasi atau inspeksi mendadak (sidak).

"Jangan hanya bergerak kalau ada perintah. Ini harus jadi perhatian rutin karena menyangkut nyawa orang," ucapnya.

Sampah Pembongkaran Warung Ikut Ditegur

Selain soal parkir liar, Bupati juga menyoroti kelambanan penanganan kebersihan lingkungan. Ia menegur Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena sampah sisa pembongkaran warung ilegal di wilayah Penundan hingga kini belum juga dibersihkan.

"Itu juga Pak Kadis DLH, saya sudah minta dari lama. Tapi saya lewat situ, masih berserakan," ungkapnya.

Faiz menekankan pentingnya kepekaan dan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, jangan ada lagi pola saling lempar tanggung jawab melihat masalah di lapangan.

Setiap keluhan warga, seperti parkir liar, tumpukan sampah, atau jalan rusak, harus segera dikoordinasikan untuk penanganan cepat.

"Minimal saling mengingatkan. Jangan merasa itu bukan tugas pokok dan fungsi kita," kata Faiz.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait