iklan banner Honda atas

Lewat Skripzy dan Quizzy, Pemuda Paninggaran Pekalongan Ciptakan AI dan Web Edukasi Gratis

Lewat Skripzy dan Quizzy, Pemuda Paninggaran Pekalongan Ciptakan AI dan Web Edukasi Gratis

Pemuda Paninggaran Pekalongan, Khoirul Umam ciptakan AI Skripzy dan Quizzy sebagai platform edukasi gratis berbasis teknologi-Radar Pekalongan/Indri Sagita-

PANINGGARAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Dari sebuah dusun di wilayah pegunungan selatan Pekalongan, lahir gagasan besar untuk dunia pendidikan. Muhammad Khoirul Ulum, pemuda asal Dusun Bojongireng, Desa Lambanggelum, Kecamatan Paninggaran, memilih jalan pengabdian yang tak biasa usai meraih predikat lulusan terbaik Program Studi Administrasi Perkantoran ITS NU Pekalongan.

Di usia 24 tahun, Khoirul Ulum tak terpaku pada pekerjaan yang linear dengan latar pendidikannya. Ia justru memanfaatkan teknologi untuk menjawab persoalan sosial, khususnya di bidang pendidikan, dengan menciptakan kecerdasan buatan (AI) dan platform pembelajaran daring yang dapat diakses secara gratis.

BACA JUGA:Berkabung atas Wafatnya Ibu Meriyati Hoegeng, Pemkot Pekalongan Instruksikan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

“Sebagai pemuda desa, saya melihat banyak keterbatasan akses pendidikan. Dari situ muncul keinginan untuk membuat alternatif pembelajaran yang bisa dijangkau siapa saja,” ujar Khoirul Ulum saat diwawancarai Tim Radar Pekalongan beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Polisi dan Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal Kolaborasi Tambal Lubang Maut di Ruas Bojong-Kajen

Berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai mahasiswa, ia menilai penggunaan AI di dunia akademik kerap disalahpahami. Banyak mahasiswa menggunakan teknologi tersebut sebagai jalan pintas, bukan sebagai alat bantu belajar. Kondisi itu mendorongnya mengembangkan Skripzy, sebuah AI yang dirancang khusus untuk membantu penulisan karya ilmiah dengan batasan etis dan akademis.

Skripzy mulai dikembangkan pada Juli 2025 dan resmi diluncurkan Oktober 2025. Platform ini tidak hanya menyediakan bantuan pencarian referensi, tetapi juga fitur simulasi seminar proposal dan sidang skripsi daring dengan penguji berbasis AI yang dapat diatur tingkat kesulitannya.

“Saya ingin AI ini menjadi teman belajar, bukan pengganti proses berpikir mahasiswa,” katanya.

Selain Skripzy, Khoirul Ulum juga meluncurkan Quizzy, sebuah web edukasi gratis yang ditujukan untuk membantu guru dan pengajar. Melalui platform ini, guru dapat membuat soal, membagikan materi, hingga melakukan evaluasi pembelajaran secara interaktif tanpa terbebani biaya tambahan.

Quizzy dilengkapi berbagai fitur, mulai dari pembuatan soal otomatis berbasis AI, mode permainan edukatif, hingga laporan hasil evaluasi yang dapat diunduh dalam format PDF dan Excel. Seluruh layanan tersebut dapat diakses secara gratis.

Ia menilai beban administratif yang berat sering kali menyita energi guru dan membatasi kreativitas dalam mengajar. “Guru seharusnya fokus mendampingi murid, bukan habis tenaga di administrasi,” ujarnya.

Meski dikembangkan secara mandiri dari Paninggaran, dua platform ini perlahan mulai digunakan oleh mahasiswa dan guru dari berbagai daerah. Di balik layar, Khoirul Ulum masih menangani sendiri berbagai kendala teknis, mulai dari perawatan server hingga pembaruan sistem.

Kisah Khoirul Ulum menjadi gambaran bahwa keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk berinovasi. Dari Dusun Bojongireng, Paninggaran, ia membuktikan bahwa pemuda desa juga mampu berkontribusi nyata bagi pendidikan Indonesia melalui teknologi yang berpihak pada manusia. (Dri)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait