Ma’had Al-Furqon MAN Batang Konsisten Cetak Hafizah Muda
AKHIRUSSANAH - Siswi MAN Batang saat mengikuti Kegiatan Akhirussanah Ma’had Al-Furqon.-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Di tengah tantangan distraksi digital dan padatnya aktivitas remaja masa kini, Ma’had Al-Furqon di MAN Batang justru menunjukkan capaian yang tak biasa. Dalam perayaan Akhirussanah yang digelar di aula madrasah, terungkap sejumlah siswi berhasil menuntaskan hafalan hingga 27 juz Al-Qur’an.
Capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menjadi indikator keberhasilan model pendidikan berbasis asrama yang diterapkan Ma’had Al-Furqon. Sistem pembinaan 24 jam dengan pengawasan intensif, penguatan karakter, serta pembiasaan murojaah harian menjadi kunci lahirnya hafizah-hafizah muda di lingkungan madrasah negeri.
Rais atau Pimpinan Ma’had Al-Furqon MAN Batang, Zinati Jumah, menegaskan bahwa target utama bukanlah kuantitas hafalan semata, melainkan internalisasi nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
BACA JUGA:Peringati Isra Mi’raj, MAN Batang Tanamkan Nilai Ketaatan dan Akhlak
BACA JUGA:Sulap Lahan Desa, Pemdes Depok Kandeman Batang Sukses Hadirkan Wisata Petik Melon
“Anak-anakku yang hebat, menghafal Al-Qur'an bukan sekadar mengejar angka juz, melainkan menanamkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dalam hati dan tindakan. Perjuangan kalian bukanlah hal biasa,” ujarnya dalam sambutan.
Di tengah kekhawatiran menurunnya minat generasi muda terhadap pendidikan keagamaan yang mendalam, capaian 27 juz di bangku aliyah menjadi isu yang relevan dan menarik.
"Hal ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan formal mampu bersinergi dengan sistem pesantren untuk mencetak generasi Qur’ani tanpa meninggalkan pendidikan umum," imbuhnya.
Pihaknya berharap momentum Akhirussanah ini juga menjadi panggung refleksi bahwa pendidikan berbasis asrama di sekolah negeri dapat menjadi alternatif model pembinaan karakter yang efektif. Tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan disiplin, ketahanan mental, dan spiritualitas.
"Di tengah arus modernisasi, Ma’had Al-Furqon MAN Batang mencoba untuk menghadirkan narasi berbeda. Dimana generasi muda tetap bisa adaptif terhadap zaman, sekaligus kuat berpegang pada Al-Qur’an. Ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penegasan arah pendidikan karakter di Batang," tandasnya. (Nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
