iklan banner Honda atas

Ledakan Petasan di Kedungwuni, Pelajar Dilarikan Ke Rumah Sakit

Ledakan Petasan di Kedungwuni, Pelajar Dilarikan Ke Rumah Sakit

Polsek Kedungwuni gencarkan patroli Subuh dan berhasil mengamankan sejumlah petasan berukuran besar yang siap diledakkan, Minggu, 22 Februari 2026.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Peristiwa ledakan petasan menggegerkan warga Desa Salakbrojo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat pagi, 20 Februari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB.

Seorang pelajar berinisial MAA alias Almasy (11), warga Perumahan Griya Asri, Desa Pegandon, Kecamatan Karangdadap, dilarikan ke RSI Pekajangan akibat mengalami luka serius di tangannya dalam ledakan petasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, usai salat Subuh, korban yang merupakan pelajar di MI Pegandon ini bersama tiga rekannya, MZAAS (12), MFT (11), dan AAA (9), semuanya masih satu perumahan, berjalan kaki atau ngabuburit dari rumah menuju Desa Salakbrojo.

Di lokasi kejadian, mereka menemukan mercon jenis pilox yang terbungkus kardus. Korban kemudian mencoba menuangkan bubuk mesiu dari dalamnya. 

Baca juga:Polsek Kedungwuni Bagikan Takjil ke Pengguna Jalan Jelang Buka Puasa

Namun tanpa diduga, dua rekannya menyulut bubuk mesiu tersebut menggunakan bara obat nyamuk. Percikan api menyambar mercon yang masih dipegang korban hingga akhirnya meledak.

Akibat ledakan tersebut, korban mengalami luka robek pada tangan kanan, patah pergelangan tangan, serta patah pada jari jempol. Anak-anak pun meminta tolong warga setempat.

Petugas yang melakukan olah TKP menemukan tutup mercon pilox berdiameter sekitar 7 sentimeter di tepi sawah lokasi kejadian.

"Anak-anak pagi-pagi jalan kaki dan menemukan petasan di jalan. Namanya anak-anak mungkin mencoba menyalakannya dengan obat nyamuk," terang Kapolsek Kedungwuni, Iptu Amin, Minggu, 22 Februari 2026.

Manajer Pelayanan Medis RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, dr Maria Ulfa, dalam rilisnya, menyampaikan, pasien MAA (11), warga Karangdadap, datang dengan luka robek dan cedera pada bagian tangan kanan. 

Setelah pemeriksaan dan penanganan awal, pasien perlu menjalani rawat inap untuk observasi serta perawatan intensif oleh dokter spesialis ortopedi.

Dikatakan, di RSI Pekajangan, tak hanya ada satu korban ledakan petasan. Ada satu pasien lain berinisial MKF (14,5), warga Banyurip Ageng, dengan kondisi lebih serius. Pasien MKF dengan kejadian ledakan petasan balon udara di wilayah Paweden, Buaran.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat luka robek signifikan pada bola mata sebelah kiri akibat trauma ledakan. Karena membutuhkan penanganan spesialis mata lanjutan, pasien kami rujuk ke rumah sakit tipe A," terang dr Maria Ulfa.

Pihak rumah sakit menyayangkan insiden tersebut dan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan petasan, khususnya oleh anak-anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: