iklan banner Honda atas

5 Desa di Wonopringgo Dihajar Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak, Desa Sampih Parah

5 Desa di Wonopringgo Dihajar Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak, Desa Sampih Parah

Atap Gedung Serbaguna Desa Jetaklengkong di Kecamatan Wonopringgo alami kerusakan cukup parah akibat dihajar angin kencang pada Rabu sore, 4 Maret 2026. -Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu sore, 4 Maret 2026.

Sedikitnya lima desa terdampak, mulai dari rumah warga, ruko hingga fasilitas umum.

Angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut merusak bangunan di Desa Jetak Lengkong, Wonorejo, Sampih, Sastrodirjan, dan Pegaden Tengah dengan tingkat kerusakan bervariasi.

Kapolsek Wonopringgo AKP Adhi Agung P, mengatakan, pihaknya bersama anggota Koramil langsung turun ke lapangan melakukan pengecekan sekaligus membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat terpaan angin dan evakuasi pohon tumbang.

"Kami bersama anggota Polsek dan Koramil sejak pagi melakukan pengecekan serta kerja bakti di sejumlah titik terdampak. Ini sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah," ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.

Baca juga:Puting Beliung Terjang 13 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, 35 Pohon Tumbang dan 12 Rumah Rusak

Di Desa Jetak Lengkong tercatat lima lokasi terdampak. Kerusakan paling parah terjadi pada Gedung Serba Guna desa yang dibangun pada 2018. Bangunan tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian atap akibat diterjang angin.

Selain itu, sembilan ruko di kawasan tersebut juga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Kerusakan ringan juga terjadi pada rumah milik Hajar dan Erna di RT 001 RW 001 serta atap Masjid Samioen.

Sementara di Desa Wonorejo, lima rumah warga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap, masing-masing milik Furqon, Nurul Wakhidatun, Amat, Karnoto, dan Umi Maesaroh.

Kerusakan berat juga terjadi di Desa Sastrodirjan, tepatnya di Dukuh Wonolobo. Rumah milik Rumali mengalami kerusakan parah pada atap dan tembok bagian depan yang roboh. Sedangkan rumah milik Nurani juga mengalami kerusakan berat pada bagian atap.

Di Desa Pegaden Tengah, satu rumah milik Muhammad Yakub dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.

Dari lima desa tersebut, Desa Sampih menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup besar. Berdasarkan pendataan sementara pemerintah desa, puluhan rumah warga di lima RT mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang beterbangan.

Salah satu warga Desa Sampih, Sigit (45), mengatakan, angin kencang datang secara tiba-tiba saat hujan mengguyur wilayah tersebut pada Rabu sore. 

"Sekitar pukul empat sore, anginnya sangat kencang. Banyak atap rumah dan kanopi warga yang rusak bahkan beterbangan. Rumah saya parabola yang terbang," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: