Bukan Cuma Hati yang Galau, Ban Motor Anda Juga Perlu Kepastian
Memasuki Maret 2026, wilayah karesidenan Semarang, Solo, Pati, hingga Pekalongan sedang berada di fase "galau".-Istimewa -
Semarang – Memasuki Maret 2026, wilayah karesidenan Semarang, Solo, Pati, hingga Pekalongan sedang berada di fase "galau".
Pagi hari matahari menyengat, namun sore hari awan hitam pekat seringkali tiba-tiba menumpahkan air di jalur lingkar atau tanjakan curam.
Fenomena pancaroba ini bukan sekadar soal sedia jas hujan, tapi tentang bagaimana kita memastikan satu - satunya titik kontak motor dengan aspal yaitu ban berada dalam kondisi siap tempur.
Dalam dunia safety riding (keselamatan berkendara), ban adalah "nyawa" kedua. Namun, di musim pancaroba, tantangan bagi si karet bundar ini berlipat ganda.
BACA JUGA:Inovasi Edukasi Instruktur Safety Riding Astra Honda Diakui Dunia Internasional
BACA JUGA:Safety First, Service Always: Hotel Santika Pekalongan Gelar Training Fire Drill Bersama Satpol P3KP
Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto membedah apa saja yang perlu diwaspadai agar perjalanan bikers tetap aman dan nyaman diantaranya:
• Ancaman "Oil Slick" di Awal Hujan. Pernahkah Anda merasa jalanan justru lebih licin saat hujan baru turun rintik - rintik ketimbang saat hujan deras? Sisa oli, debu, dan kotoran di jalanan akan naik ke permukaan dan membentuk lapisan tipis yang sangat licin.
• Jika rintik hujan mulai turun di jalur Pantura atau perkotaan Solo yang padat, segera turunkan kecepatan. Jangan menunggu hujan deras untuk menjadi waspada.
• Kondisi Tekanan Angin. Banyak pengendara di Pekalongan atau Pati yang menganggap ban yang sangat keras akan membuat motor lebih lari. Padahal, di musim pancaroba yang sering hujan, ban yang terlalu keras (over-pressure) akan mempersempit contact patch (bidang kontak) ban dengan aspal. Seperti memakai sepatu pantofel dengan sol plastik keras di lantai keramik basah—Anda akan mudah tergelincir. Pastikan tekanan angin sesuai standar agar ban bisa "memeluk" aspal dengan sempurna.
• Bahaya Laten "Aquaplaning". Aquaplaning adalah kondisi di mana ban tidak lagi menyentuh aspal, melainkan mengambang di atas lapisan air. Ini sering terjadi di genangan air jalur cepat atau jalanan yang tidak rata. Jika ban Anda gundul, air tidak punya jalur evakuasi melalui alur (kembangan), dan motor Anda akan hilang kendali seketika.
• Perubahan Suhu Ekstrem pada Material Ban. Panas terik di siang hari membuat karet ban memuai, lalu tiba-tiba disiram hujan dingin di sore hari. Perubahan suhu yang ekstrem ini bisa mempercepat timbulnya retak halus (cracking) pada dinding ban. Perhatikan apakah ban Anda sudah menunjukkan tanda-tanda penuaan ini.
“Ingat, ban yang prima adalah jaminan bahwa Kita akan sampai di rumah untuk bertemu keluarga. Di musim pancaroba ini, kurangi ego untuk memacu gas dalam-dalam saat cuaca tidak menentu. Lebih baik sampai telat sedikit karena menjaga ritme, daripada tidak sampai sama sekali karena ban yang kehilangan traksi." kata Oke.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
