Polisi di Pekalongan Antar Pemudik Sakit Hingga ke Rumah Tujuan di Semarang
Polisi di Pekalongan antarkan pemudik sakit yang berada di rest area 338A Pekalongan hingga ke kampungnya di Semarang.-Hadi Waluyo-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Aksi kemanusiaan yang menyentuh hati ditunjukkan petugas Pos Pelayanan (Posyan) Rest Area KM 338A Pekalongan.
Seorang anggota polisi, Aipda Nanang Pramudya, rela mengantarkan pemudik yang sakit hingga ke rumah tujuannya di Semarang.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat siang, 20 Maret 2026, saat arus mudik mulai ramai.
Seorang pemudik bernama Gatot, yang melakukan perjalanan dari Bogor menuju Semarang, tiba-tiba mengeluhkan sakit saat berada di area parkir depan masjid Rest Area 338A.
Dalam kondisi lemah, Gatot meminta anaknya untuk mencari bantuan ke Posyan terdekat. Permintaan itu segera direspons oleh Wakaposyan, Ipda Arif Pambudi, bersama anggota yang langsung mendatangi lokasi.
Baca juga:Polisi Amankan ODGJ di Jalur Tol Pekalongan
Petugas kemudian membawa Gatot ke Posyan untuk mendapatkan penanganan medis awal. Setelah diperiksa oleh tim kesehatan, Gatot didiagnosis mengalami gejala stroke ringan.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius petugas. Mengingat kondisi Gatot yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, sementara ia merupakan satu-satunya pengemudi bersama istri dan dua anak yang tidak bisa mengemudi, keputusan cepat pun diambil.
Aipda Nanang Pramudya berinisiatif untuk mengantarkan Gatot beserta keluarganya hingga ke rumah tujuan di kawasan Banyumanik, Semarang.
“Sudah menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat untuk membantu Pak Gatot. Karena beliau didiagnosis mengalami stroke ringan, di mana tangan kiri sudah tidak bisa digerakkan,” ujar Nanang saat dikonfirmasi, Sabtu, 21 Maret 2026.
Nanang menjelaskan, keputusan tersebut diambil demi keselamatan Gatot dan keluarganya. Jika perjalanan tetap dipaksakan tanpa bantuan, risiko yang dihadapi bisa jauh lebih besar.
“Beliau adalah sopir tunggal. Istri dan kedua anaknya tidak bisa mengemudi. Jika tidak kami bantu antar, dikhawatirkan keluarga ini akan terlantar di rest area. Dan jika dipaksakan menyetir sendiri, sangat berisiko terjadi hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
