Ribuan Pelajar di Batang Pecahkan Rekor Tari Babalo Secara Kolosal
Ribuan pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Batang berpartisipasi dalam pemecahan Rekor Muri Tari Babalu.-Dony Widyo -
BATANG — Ribuan pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten BATANG, Jawa Tengah, sukses memecahkan rekor penampilan tari massal dengan jumlah peserta terbanyak melalui gelaran Tari Babalo di Lapangan Dracik Kampus, Jumat (10/4/2026).
Ajang spektakuler ini digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Batang ke-60. Selain menjadi momen pemecahan rekor, kegiatan tersebut juga mencerminkan upaya nyata generasi muda dalam melestarikan warisan budaya daerah.
Sejak pagi, para pelajar telah memenuhi area lapangan dengan mengenakan seragam berwarna mencolok: atasan merah, bawahan hitam, serta selempang kuning yang serasi. Sejumlah penari inti tampil berbeda dengan kostum khas Tari Babalo, menambah semarak visual pertunjukan.
Gerakan yang selaras dan ritmis dari ribuan peserta, diiringi alunan musik tradisional, menciptakan pemandangan yang memikat dan sarat akan nilai kearifan lokal di ruang terbuka.
BACA JUGA:Pembangunan Jembatan Kalibelo Ditargetkan Rampung 2026, Tender Ulang Sedang Berlangsung
Salah satu peserta, Kalista Emily Putri (13), siswi SMPN 6 Batang asal Kalisalak, mengaku merasa bangga dan bersemangat. Meski baru bergabung dengan sanggar tari tahun ini, ia sudah mengenal Tari Babalo sejak setahun lalu.
“Senang dan sangat antusias. Saya sudah tahu tarian ini sejak dulu, tapi baru sekarang bisa ikut sanggar dan tampil langsung,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa latihan intensif telah dilakukan agar penampilan maksimal. Kalista berharap Tari Babalo terus lestari dan dikenal luas, tak hanya di Batang tetapi juga di luar daerah.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan menerima piagam Rekor Muri Tari Babalu terbanyak.--
Hal serupa disampaikan Aliya (13), siswi SMPN 3 Batang asal Randukuning yang tergabung dalam Sanggar Putra Budaya. Baginya, menjadi bagian dari rekor ribuan penari adalah kebanggaan tersendiri.
“Senang banget! Apalagi ini tarian asli Batang. Kalau sampai jadi rekor, rasanya keren luar biasa,” tuturnya. Aliya mengungkapkan bahwa persiapan sudah dimulai sejak gladi bersih sehari sebelumnya, khususnya bagi penari inti. Pada hari pelaksanaan, para peserta sudah berkumpul pukul 06.00 WIB demi kelancaran acara.
Menurut Aliya, Tari Babalo bukan sekadar tarian, melainkan identitas budaya yang harus dijaga. Ia berharap generasi muda terus berperan aktif dalam pelestariannya. “Harapan saya, Tari Babalo tetap bisa diwariskan sampai generasi berikutnya,” imbuhnya.
Pagelaran kolosal ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga momentum strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Dengan melibatkan ribuan pelajar, Tari Babalo diharapkan semakin mendunia dan menjadi kebanggaan Kabupaten Batang di tingkat nasional maupun internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



