Terobos Palang Pintu Perlintasan, Pengendara Motor Meninggal Tertabrak KA Argo Sembrani di Batang
Petugas dari kepolisian dan tim dinas kesehatan Batang mengevaluasi jenazah korban yang meninggal akibat tertabrak kereta api.-Dony Widyo -
BATANG – Seorang pengendara sepeda motor meninggal akibat tertabrak Kereta Api Argo Sembrani Eksekutif diperlintasan nerpalanh pintu Kasepuhan wilayah Denasi Kulon, Kecamatan BATANG, pada Kamis pagi (2/4/2026).
Korban diketahui menerobos palang pintu yang sudah ditutup oleh petugas, hingga akhirnya tertabrak kereta yang melaju dari arah Timur ke Barat.
Kapolres Batang AKBP Veronica melalui Kapolsek Batang Kota, AKP Hozali mengungkapkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.12 WIB di perlintasan kereta api berpalang pintu.
“Korban melintas dari selatan ke utara. Saat kejadian, palang pintu sudah dalam kondisi tertutup, tetapi korban tetap memaksakan diri masuk melalui celah yang ada,” ujar AKP Hozali saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
BACA JUGA:Klaim Bisa Loloskan Seleksi Perangkat Desa dengan Uang, Bupati Batang: Waspadai Itu Modus Penipuan
BACA JUGA:Diduga Tengah Ambil Video dengan Ponsel, 3 Remaja di Batang Tewas Tersambar Kereta Api
Korban tewas di tempat setelah mengalami benturan keras. Ia diidentifikasi bernama Tofani Zeki Kurniawan (53), warga Jalan Kamboja Nomor 3, Perumahan Taman Seruni, Kelurahan Gamer, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Kendaraan yang dikendarai adalah sepeda motor Yamaha Xeon dengan nomor polisi G 3310 MT.
Pascakejadian, petugas kepolisian dari Polsek Batang Kota bersama tim identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit umum daerah setempat.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan bahwa kecelakaan tersebut murni disebabkan oleh kelalaian pengendara yang mengabaikan rambu keselamatan.
“Ini murni karena keteledoran pengendara. Petugas penjaga palang pintu sudah menjalankan tugasnya dengan semestinya,” tegas AKP Hozali.
Penjaga palang pintu, Bowok (33), mengungkapkan bahwa dirinya telah menutup palang dan berusaha memperingatkan korban. Namun, korban tidak mengindahkan seruan tersebut dan tetap menerobos.
“Saya sudah tutup palang. Dari arah selatan ke utara langsung menerobos. Saya panggil-panggil, tetapi tidak didengarkan,” keluhnya.
Bowok juga menambahkan bahwa tindakan nekat menerobos palang pintu saat kereta akan melintas masih kerap ditemui di lokasi tersebut.
Perlintasan Kereta Api Masih Menjadi Titik Rawan
Insiden ini kembali menyoroti tingginya angka pelanggaran di perlintasan sebidang. Meskipun petugas telah berjaga dan rambu-rambu jelas terpasang, masih ditemukan pengguna jalan yang mengutamakan waktu daripada keselamatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
