Heboh Penemuan Jasad Pria Lansia di Area Tambak Slamaran Pekalongan Utara
Petugas mengevakuasi jasad pria lansia yang ditemukan di area rawa bekas tambak di Slamaran, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan pada Rabu malam, 22 April 2026.--
PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Warga Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria lansia di area rawa bekas tambak pada Rabu malam, 22 April 2026.
Penemuan mayat itu awalnya dilaporkan oleh seorang warga yang hendak memancing di area tersebut pada sore hari sebelum Magrib. Pihak kepolisian bersama TNI, BPBD, dan potensi SAR lainnya kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.
Proses evakuasi oleh tim Inafis Polres Pekalongan Kota, Polsek Pekalongan Utara, TNI, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya berlangsung dramatis.
Petugas harus melewati medan licin, sempit, dan gelap sejauh kurang lebih 1 kilometer karena lokasi penemuan yang berada jauh di dalam dan terisolasi dari permukiman warga. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bendan untuk proses visum dan identifikasi lebih lanjut.
BACA JUGA:Penemuan Mayat di Bendungan Lor Damarsari Batang Gegerkan Warga Adimulyo
BACA JUGA:Warga Cempreng Dikejutkan Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Sungai
Kapolsek Pekalongan Utara, Kompol Miyardi, memberikan keterangan di lokasi kejadian sesaat setelah proses evakuasi dilakukan:
"Tadi sore menjelang Magrib, Polsek Pekalongan Utara menerima laporan dari masyarakat bahwa ditemukan seseorang yang tenggelam di tambak. Kebetulan lokasinya sangat jauh di dalam," ujar Kompol Miryadi.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya ada laporan warga hilang. "Informasi bahwasanya hari Senin kemarin ada warga masyarakat Krapyak yang lapor kehilangan anggota keluarganya sejak hari Minggu. Namun, untuk kepastian apakah ini orang yang sama, kami menunggu hasil identifikasi di RSUD Bendan."
Identitas Korban Terungkap
Setelah dilakukan identifikasi di RSUD Bendan, korban dipastikan bernama Sodikin, seorang kakek berusia 80 tahun warga Krapyak Lor. Korban sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah sejak hari Minggu dan diketahui mengidap demensia atau pikun.
Hal ini sebagaimana penuturan Aan, cucu korban, yang datang langsung untuk melakukan identifikasi. Aan memastikan bahwa jasad tersebut adalah kakeknya yang menghilang sejak Minggu, 19 April 2026.
Dalam wawancara di rumah sakit, Aan mengungkapkan duka mendalam dan menceritakan kronologi hilangnya sang kakek:
"Saya memastikan itu kakek saya karena baju yang dipakai sama dengan saat terakhir dia pakai. Dia hilang dari hari Minggu sekitar jam 09.00 atau 10.00 pagi tanpa pamit," ungkap Aan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



