iklan banner honda Juni 2026

Dolanan Anak Bakal Jadi Ekskul di SD Batang, Perkuat Karakter dan Lestarikan Budaya

Dolanan Anak Bakal Jadi Ekskul di SD Batang, Perkuat Karakter dan Lestarikan Budaya

DOLANAN - Para siswa SD saat mengikuti Festival Dolanan Anak.-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADAR PEKALONGAN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang akan menjadikan dolanan anak tradisional sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar melalui Program Ketan Budaya (Kolaborasi Pelestarian Budaya melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Sekolah Dasar Ekstrakurikuler Dolanan Anak).

Program tersebut diluncurkan melalui Festival Dolanan Anak yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026), dengan melibatkan sekitar 150 peserta dari 11 sekolah dasar yang ditunjuk sebagai pilot project di Kecamatan Batang, Kandeman, dan Tulis.

BACA JUGA:Festival Dolanan Anak Bangkitkan Nostalgia Bupati Batang, Kenang Serunya Bermain hingga Alami Insiden Lucu

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Batang, Nurlaili Endahwati, mengatakan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya pengetahuan anak-anak tentang budaya bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan penggunaan gawai.

"Anak-anak saat ini lebih mengenal permainan modern dan budaya luar dibandingkan dolanan tradisional yang merupakan warisan leluhur. Karena itu, kami ingin menghadirkannya kembali melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah," ujarnya.

Menurut Nurlaili, Festival Dolanan Anak menjadi tahap awal implementasi Program Ketan Budaya yang nantinya akan diterapkan secara bertahap di sekolah dasar. Sebanyak 11 sekolah yang menjadi percontohan diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berbasis permainan tradisional sebelum diterapkan lebih luas di seluruh Kabupaten Batang.

Dalam festival tersebut, para siswa memainkan berbagai permainan tradisional yang kini mulai jarang dijumpai, seperti Gobak Sodor, Egrang, Suda Manda, Semprangan, Bekelan, Nekeran, Yoyo, hingga Das-dasan atau Dam-daman.

Ia menjelaskan, permainan tradisional tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam pembentukan karakter anak. Selain melatih kemampuan motorik dan sensorik, permainan tradisional mengajarkan nilai-nilai kerja sama, gotong royong, sportivitas, kejujuran, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, hingga pengendalian emosi.

"Anak-anak belajar bekerja sama, mematuhi aturan, menghargai teman, dan berkompetisi secara sehat. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin kami tanamkan sejak usia dini. Permainan tradisional juga menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget," jelasnya.

BACA JUGA:Polres Batang Resmikan Gedung Pelayanan Tathya Daraka di HUT Bhayangkara ke-80

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro, menegaskan bahwa penguatan dolanan anak melalui kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kecintaan terhadap budaya daerah.

"Melalui Program Ketan Budaya, kami ingin sekolah menjadi ruang pelestarian budaya. Anak-anak tidak hanya mengenal permainan tradisional sebagai hiburan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti gotong royong, sportivitas, kedisiplinan, dan kebersamaan. Harapannya, dolanan anak dapat kembali hidup dan menjadi bagian dari keseharian peserta didik," ujar Bambang.

Ia berharap, program yang diawali melalui 11 sekolah percontohan tersebut dapat berkembang dan diadopsi oleh seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang. Dengan demikian, pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan karakter generasi muda.

Melalui Program Ketan Budaya, Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter dan pelestarian budaya daerah sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait