iklan banner Honda atas

Fakta Menarik Kota Pekalongan, dari Seni Batik Hingga Tradisi Syawalan

Fakta Menarik Kota Pekalongan, dari Seni Batik Hingga Tradisi Syawalan

Fakta Menarik Kota Pekalongan, dari Seni Batik Hingga Tradisi Syawalan-portalpantura-

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Selain disebut sebagai kota batik, apakah kamu tahu mengenai fakta menarik lainnya dari kota Pekalongan?. Yap nanti dulu ya, kita uraikan dulu secara singkat sebelum melangkah kepada pembahasan apa saja fakta menariknya apa saja.

Kota Pekalongan adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota ini terletak pada bagian barat sekitar 101 Km dari Semarang (Ibu kota Jawa Tengah), dan sekitar 384 Km sebelah timur dari Jakarta. 

Kota Pekalongan memiliki julukan sebagai kota batik, beragam seni motif batik lahir dari kota tersebut. Terletak pada jalur pantura yang berbatasan langsung dengan lautan jawa di sebelah utara, menjadikan sebagian besar warganya yang tinggal di kawasan pesisir utara merupakan nelayan.

Selain fakta di atas, apa lagi sih fakta menarik lainnya dari kota Pekalongan?, Mari simak penjabaran dari artikel berikut ini yang bisa menambah wawasan kamu.

BACA JUGA:Pelatihan Konten Promosi dan Pemasaran Produk Secara Online Bagi Pelaku Usaha di Kota Pekalongan

1. Sejarah Nama Pekalongan

Nama Pekalongan sampai saat ini belum jelas asal-usulnya, belum ada prasasti atau dokumen lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan, yang ada hanya berupa cerita rakyat atau legenda.

Salah satunya dokumen tertua yang menyebut nama Pekalongan diambil dari kata ‘Halong‘ (dapat banyak) dan di bawah simbol kota tertulis ‘Pek-Alongan‘. Hal itu tertulis dalam Keputusan Pemerintah Hindia Belanda (Gouvernements Besluit) Nomer 40 Tahun 1931.

Berdasarkan keputusan DPRD Kota Besar Pekalongan tanggal 29 Januari 1957 dan Tambahan Lembaran daerah Swatantra Tingkat I Jawa Tengah tanggal 15 Desember 1958, serta persetujuan Pepekupeda Teritorium 4 dengan SK Nomer KTPS-PPD/00351/II/1958, nama Pekalongan berasal dari kata ‘A-Pek-Halong-An‘ yang berarti pengangsalan (Pendapatan).

2. Kota Kelahiran Jenderal Hoegeng

Pekalongan merupakan kota kelahiran beberapa tokoh ternama. Salah satunya adalah Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Iman Santoso. Hoegeng adalah adalah satu tokoh kepolisian Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri ke-5 pada 1968-1971.

BACA JUGA:Ladies Program Apeksi Sambangi Musuem Batik, Ajarkan Membatik di Atas Payung

Hoegeng terkenal sebagai polisi paling berani dan jujur di Indonesia oleh media dan masyarakat. Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, pernah memuji kejujuran Hoegeng dengan mengatakan bahwa "hanya ada tiga polisi jujur di negara ini: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng". Hoegeng lahir di Pekalongan pada 14 Oktober 1921 dan meninggal dunia pada 14 Juli 2004.

Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Bhayangkara di Mamuju dengan nama Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso, dan namanya juga diabadikan sebagai stadion sepak bola di Kota Pekalongan.  Tokoh populer lainnya yang lahir di Pekalongan adalah perancang busana muslim Dian Pelangi dan penata rambut terkenal Rudy Hadisuwarno.

3. Kota Batik

Kota Pekalongan mendapat julukan Kota Batik. Hal ini tidak terlepas dari sejarah bahwa sejak puluhan dan ratusan tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.

Batik telah menjadi napas kehidupan masyarakat Pekalongan dan terbukti tetap dapat eksis dan tidak menyerah pada perkembangan jaman, sekaligus menunjukkan keuletan dan keluwesan masyarakatnya untuk mengadopsi pemikiran-pemikiran baru.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait