2. Sakit kepala
3. Nyeri otot
4. Mata berwarna merah
5. Muntah
6. Diare
7. Nyeri perut
8. Penyakit kuning (kulit dan mata berwarna kuning)
9. Ruam kulit
10. Batuk
Risiko meningkat ketika terjadi banjir
Leptospirosis lebih mungkin muncul selama banjir atau setelahnya. Hal ini disebabkan oleh:
1. Penyebaran kontaminasi: Air yang terendam banjir tercampur dengan saluran pembuangan, tanah, dan terutama, urine dari tikus serta hewan yang terjangkit. Kontaminasi ini dapat menjangkau area yang luas.
2. Kontak langsung: Di saat banjir, orang-orang terpaksa bergerak atau melakukan aktivitas di genangan air. Bakteri Leptospira dapat bertahan hidup di dalam air yang tergenang.
3. Luka terbuka: Kulit yang terendam dalam waktu lama cenderung menjadi lebih lunak dan mudah terkena infeksi. Bahkan luka kecil atau goresan yang tidak terlihat dapat menjadi saluran masuk bagi bakteri saat bersentuhan dengan air banjir.
Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada leptospirosis, segera kunjungi dokter tanpa menunggu lama. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta tes tambahan, seperti analisis darah dan urine, untuk memastikan apakah Anda menderita leptospirosis. (Put)