Jalan Putus Total Akibat Longsor, Sekolah di Desa Depok Terisolir, Pembelajaran Daring Terkendala Sinyal

Minggu 25-01-2026,14:36 WIB
Reporter : Hadi Waluyo
Editor : Dony Widyo

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Bencana tanah longsor menerjang Desa Depok, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Minggu dini hari, 25 Januari 2026.

Longsor yang dipicu hujan deras tanpa henti sejak sehari sebelumnya ini mengakibatkan dua jalur utama penghubung desa lumpuh total dan membuat sekolah di Desa Depok terisolir.

Longsor terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di ruas jalan poros desa yang menghubungkan Desa Depok–Timbangsari (jalur atas) dan Desa Depok–Pamutuh (jalur bawah). 

Material longsoran menutup total jalur atas, sementara jalur bawah tergerus habis hingga tak menyisakan badan jalan.

Baca juga:Diterjang Longsor Tengah Malam, Jalan Poros Desa Depok Lebakbarang Putus Total, 3 Kandang Sapi Hanyut

"Dua-duanya tidak bisa dilewati sama sekali, kendaraan tidak mungkin masuk. Jalur bawah benar-benar hilang karena tergerus longsor," ujar Kepala Desa Depok, Sucipto, saat dikonfirmasi.

Selain memutus akses, longsor juga menimpa tiga kandang sapi milik warga, masing-masing milik Darno, Radib, dan Duryani. Sebanyak lima ekor sapi ikut terbawa longsor.

Dua ekor berhasil ditemukan dan dievakuasi, sementara tiga ekor lainnya masih tertimbun material longsor.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Dampak longsor juga dirasakan dunia pendidikan. SD Negeri Depok kini berada dalam kondisi terisolir akibat akses jalan yang terputus. 

Aktivitas belajar mengajar terpaksa dialihkan ke pembelajaran daring, meski terkendala sinyal.

Kepala SDN Depok, Tuti, Minggu, 25 Januari 2026, mengungkapkan kondisi tersebut cukup memprihatinkan. 

"Sementara nanti pembelajaran kami lakukan dengan sistem tugas daring, itu pun kalau ada sinyal yang nyangkut. Karena palting ikut amblas, komunikasi sekarang hanya mengandalkan HT di wilayah sekitar Depok," kata Tuti.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi di sekitar sekolah masih berpotensi membahayakan.

"Informasi terakhir, tanah di tepi lapangan atas sekolah sudah retak dan turun sekitar satu meter sepanjang kurang lebih 15 meter. Kami khawatir terjadi longsor susulan," imbuhnya.

Kategori :