Bukan untuk Demo, Ini Alasan Puluhan Pelajar "Duduki" Gedung DPRD Batang

Jumat 06-02-2026,11:28 WIB
Reporter : Dony Widyo
Editor : Dony Widyo

BATANG - Puluhan pelajar SMA memadati ruang sidang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang, Jumat (6/2/2026).

Kehadiran mereka mengisi suasana berbeda di gedung yang kerap menjadi lokasi unjuk rasa itu dengan dinamika diskusi dan pertanyaan kritis seputar fungsi parlemen.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Eduday” yang diikuti siswa-siswi SMA Muhammadiyah Limpung. Mereka mendapat pengalaman langsung menyimak mekanisme kerja lembaga legislatif, duduk di kursi anggota dewan, dan berdialog dengan perwakilan DPRD.

Salah satu peserta, Siren, menyebut kunjungan ini sebagai pengalaman pertama yang berkesan. “Sangat senang bisa datang langsung ke kantor DPRD. Saya jadi bisa melihat dan mempraktikkan bagaimana proses demokrasi bekerja,” ujar siswi asal Kendal yang bersekolah di Batang itu.

BACA JUGA:Pemkab Batang Mulai Tegas Tertibkan Bangunan Liar Pemicu Macet di Exit Tol Kandeman

BACA JUGA:PLN Kembalikan Rp 7,3 Miliar Kelebihan Bayar Listrik PJU ke Pemkab Batang

Siren mengaku sempat gugup saat ditanya tentang fungsi DPRD, namun memahami bahwa lembaga ini berperan menampung dan membahas aspirasi masyarakat.

“Saya juga belajar tentang apa itu interupsi, dan jadi tertarik untuk mungkin terjun ke dunia politik di masa depan,” tambah Siren.

Tak sekadar mendengar paparan, para pelajar juga aktif mengajukan pertanyaan substantif. Menurut Muniroh, guru pendamping, siswa banyak menyoroti isu nyata seperti beasiswa pendidikan dan kondisi jalan rusak di wilayah Pantura.

“Mereka bertanya kritis tentang peran DPRD dalam menyalurkan aspirasi tersebut ke tingkat provinsi. Kunjungan ini membuka pemahaman bahwa DPRD bisa menjadi mitra dialog, bukan sekadar simbol yang jauh dari publik,” jelas Muniroh.

Sekretaris DPRD Kabupaten Batang, Triossy Juniarto, mengatakan pihaknya membuka pintu seluas-luasnya untuk kunjungan edukatif semacam ini.

“Ini bagian dari pembelajaran demokrasi yang baik sejak dini. Mereka jadi paham bahwa setiap masalah dapat disalurkan melalui wakil rakyat di dapil masing-masing,” kata Triossy.

Triossy menambahkan, sekretariat DPRD siap menjadwalkan kunjungan serupa bagi sekolah manapun tanpa biaya, dengan penyesuaian agenda.

Melalui pendekatan langsung ini, diharapkan generasi muda, khususnya calon pemilih pemula, semakin melek proses politik dan mampu menyuarakan aspirasi melalui saluran yang konstruktif.

Kategori :