BATANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menargetkan seluruh ruas jalan berlubang yang menjadi kewenangan daerah dapat diperbaiki maksimal H-10 sebelum Hari Raya Idulfitri 2026.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran yang diprediksi meningkat signifikan.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan instruksinya agar tidak ada lagi jalan kabupaten yang berlubang saat masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan jalan di luar kewenangan daerah .
"Jalan nasional ditargetkan rampung H-10 Lebaran, terutama di jalur Pantura. Provinsi juga berkomitmen sama. Semua bergerak agar mobilitas pemudik dari arah Jakarta lancar dan tidak terjadi kemacetan di titik-titik rawan," ujar Faiz saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Rabu (25/2/2026).
BACA JUGA:Gelar Tarawih Ukhuwah, Bupati Batang Petakan Aspirasi Warga per Dapil
BACA JUGA:Beberapa Bangunan Sudah Rusak, Komisi IV DPRD Batang Minta Rehab SDN Krengseng 1 Dilanjutkan
Proyek Betonisasi Rp251 Miliar Mulai Digarap
Sejalan dengan target tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY telah memulai proyek strategis nasional preservasi jalan Pantura ruas Pekalongan–Batang–Plelen senilai Rp251 miliar.
Proyek ini mengonversi konstruksi aspal menjadi perkerasan beton (rigid pavement) sepanjang total 17 kilometer .
Dari total panjang tersebut, sekitar 14 kilometer berada di wilayah Kabupaten Batang dan ruas Batang–Kendal, sementara tiga kilometer lainnya masuk wilayah Kota Pekalongan. Kontrak pekerjaan telah diteken sejak 15 Desember 2025 dan saat ini memasuki tahap survei serta pengukuran teknis di lapangan .
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jawa Tengah-DIY, Ridwan Umbara, menargetkan sebagian ruas yang telah dibeton sudah bisa digunakan masyarakat sebelum arus mudik Lebaran 2026.
Prioritas pertama penanganan difokuskan pada Jalan Jenderal Sudirman, Kota Batang, sepanjang 700 meter serta tiga hingga empat titik strategis di ruas Batang–Kendal, khususnya jalur menuju Semarang yang menjadi urat nadi mudik .
"Yang kami prioritaskan arah ke Semarang karena akan digunakan sebagai jalur mudik. Proyek ini multiyears dengan durasi 18 bulan hingga Juli 2027, tapi kami kejar sebagian fungsionalnya bisa dinikmati lebih awal," terang Ridwan .
Anggaran Daerah dan Kendala Cuaca
Sementara untuk jalan kabupaten, Pemkab Batang mengalokasikan dana perbaikan sekitar Rp1 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, menyatakan material aspal telah didistribusikan dan petugas mulai turun ke lapangan untuk melakukan penambalan (patching), terutama di titik-titik ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan .
Meski metode penambalan bersifat sementara, Endro menegaskan pihaknya mengutamakan aspek keselamatan pengguna jalan di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan cuaca. Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi kendala utama optimalisasi perbaikan .
"Kami fokus keamanan dulu. Kalau soal kenyamanan, patching memang belum maksimal, tetapi yang penting aman bagi pengendara, terutama pemotor. Target kami H-10 Lebaran seluruh jalan kabupaten yang berlubang sudah tertangani," kata Endro .