iklan banner Honda atas

40 Hari Terendam, Warga Dukuh Buntek Pekalongan Jalani Ramadhan di Tengah Banjir

40 Hari Terendam, Warga Dukuh Buntek Pekalongan Jalani Ramadhan di Tengah Banjir

Genangan banjir belum sepenuhnya surut di Dukuh Buntek, Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Senin, 23 Februari 2026.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Genangan air masih setia mengurung Dukuh Buntek, Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. 

Memasuki hari ke-40 sejak banjir datang pada 17 Januari lalu, beberapa warga masih bertahan di pengungsian. Ramadhan 2026 pun mereka jalani bukan di ruang keluarga rumah masing-masing, melainkan di lantai masjid yang disulap menjadi tempat tinggal sementara.

Di antara suara anak-anak mengaji dan aroma masakan sahur dari dapur darurat, tersimpan cerita tentang sabar dan keterpaksaan.

Rasti, salah satu warga Dukuh Buntek, Senin, 23 Februari 2026, mengungkapkan beratnya menjalani puasa di tengah kondisi serba terbatas.

"Niki bulan Ramadhan ya Allah, susah. Cuma cari tempat di sini, nggak bisa ke mana-mana. Karena keadaan terpaksa, ya di sini saja dulu. Mboten saget untuk teng griyo," tuturnya lirih.

Baca juga:Jalan Pamutuh–Depok Tertutup Longsor, Warga dan Aparat Bahu Membahu Singkirkan Pohon Aren Raksasa

Menurutnya, selama banjir melanda, warga nyaris tak bisa beraktivitas. Mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai nelayan hanya bisa berdiam diri.

"Di sini sebagian besar nelayan. Nek wonten banjir niki mboten saget nopo-nopo. Kedah teng griyo terus selama banjir niku," katanya.

Bukan hanya pekerjaan yang lumpuh, rumah pun belum bisa ditempati. Air bercampur lumpur masih menggenangi ruangan, merendam perabot seperti meja, kursi, lemari, hingga kasur.

Di pengungsian, kebersamaan menjadi penguat. Bantuan dari Dinas Sosial berupa beras, telur, minyak goreng, dan mi instan dimasak bersama untuk sahur dan berbuka.

"Dimasak bareng-bareng. Kirange nopo, masak sak senenge nopo, dimanfaatke bareng-bareng sagete teng mriki," ujar Rasti.

Kisah serupa dialami Kusniatun, warga RT 08 RW 07 Dukuh Buntek. Sejak banjir masuk pada Rabu malam, 17 Januari 2026, ia bersama keluarga mengungsi di Masjid Suhada yang berada persis di samping rumahnya.

"Banjir itu masuk Rabu malam, tanggal 17 Januari. Itu langsung masuk besar di Dukuh Buntek," jelasnya.

Selama lebih dari sebulan, seluruh aktivitas dilakukan di dapur masjid, mulai dari memasak, makan, hingga tidur.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait