Ketua TP PKK Batang Soroti Pentingnya Edukasi Gizi di Desa untuk Cegah Stunting

Kamis 05-03-2026,22:27 WIB
Reporter : Novia Rochmawati
Editor : Dony Widyo

BATANG, RADAR PEKALONGAN — Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz, menegaskan bahwa edukasi gizi kepada ibu-ibu di tingkat desa menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pencegahan stunting.

Hal tersebut disampaikan Faelasufa saat menghadiri Press Conference Program Pendampingan Gizi Nestlé Indonesia di Jakarta, Rabu 4 Maret 2026. 

Menurutnya, salah satu tantangan dalam penanganan stunting di tingkat akar rumput bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga kesenjangan pengetahuan (knowledge gap) mengenai pola makan bergizi bagi anak.

“Banyak ibu-ibu di desa yang sebenarnya memiliki akses terhadap bahan pangan lokal yang baik, tetapi belum memiliki pengetahuan tentang apa saja makanan bergizi dan bagaimana mengolahnya menjadi menu bergizi untuk anak. Karena itu edukasi menjadi sangat penting,” ujar Faelasufa.

Ia menilai program pendampingan gizi yang tidak hanya memberikan bantuan makanan bergizi, namun juga memberikan edukasi langsung kepada para ibu di desa dapat membantu menjembatani kesenjangan pengetahuan tersebut.

“Yang saya sangat apresiasi adalah pendekatan edukasi langsung kepada ibu-ibu. Program seperti ini mengajarkan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Dengan bahan pangan lokal yang ada di sekitar rumah, kebutuhan gizi anak sebenarnya bisa dipenuhi dengan baik,” lanjutnya.

Program Pendampingan Gizi Nestlé sendiri telah dilaksanakan selama enam bulan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Batang. Program ini menjangkau 598 keluarga berisiko stunting serta 520 ibu hamil dan menyusui.

Berdasarkan pemantauan program, tercatat terjadi penurunan prevalensi anak dengan berat badan kurang dan sangat kurang sebesar 22,5 persen pada anak penerima manfaat di seluruh wilayah program.

Dalam kesempatan tersebut, Faelasufa juga memaparkan keterlibatan TP PKK Kabupaten Batang dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang merupakan program nasional yang diinisiasi oleh BKKBN.

Melalui program ini, TP PKK Batang berperan sebagai orang tua asuh bagi sekitar 272 anak yang membutuhkan pendampingan gizi. Program pendampingan berlangsung setiap hari selama Agustus 2025 hingga Januari 2026.

Dalam pelaksanaannya, kader-kader PKK di tingkat desa bergotong royong memasak makanan bergizi dan mengantarkannya langsung ke rumah anak penerima manfaat. Selain itu, kader juga melakukan pemantauan perkembangan anak melalui data berat badan dari Posyandu, serta mendokumentasikan bukti anak menerima makanan tersebut secara berkala.

Dari hasil pemantauan selama masa intervensi, tercatat sekitar 98 persen anak peserta program mengalami kenaikan berat badan.

Menurut Faelasufa, pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan kader PKK dan Posyandu menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan secara efektif melalui gotong royong masyarakat di tingkat desa.

“Stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Perlu kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat dan optimal,” pungkasnya. (Nov)

Kategori :