BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Perpustakaan Daerah Kabupaten Batang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit selama bulan Ramadan. Aktivitas membaca dinilai menjadi alternatif positif untuk mengurangi waktu penggunaan gawai atau screentime, terutama bagi anak-anak dan pelajar.
Selama Ramadan, kunjungan ke perpustakaan cenderung meningkat, terutama pada sore hari. Pengunjung didominasi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk membaca buku, belajar, maupun sekadar bersantai sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Salah satu pengunjung, Fathoni, sengaja mengajak anaknya datang ke perpustakaan untuk mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Ia memilih perpustakaan agar anaknya bisa membaca buku, khususnya komik yang menjadi bacaan favoritnya.
“Daripada main gadget terus, lebih baik ke perpustakaan. Anak saya juga senang karena bisa baca komik. Mumpung sekarang sudah libur juga," ujarnya saat diwawancarai Minggu 15 Maret 2026.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang, Sutiawati, menyampaikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan untuk membaca berbagai koleksi buku yang tersedia. Bahkan, akses terhadap koleksi digital juga bisa dinikmati kapan saja selama sudah terdaftar sebagai anggota perpustakaan.
“Kalau sudah menjadi anggota, koleksi digital bisa diakses sepanjang waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama Ramadan pihaknya juga menyesuaikan jam pelayanan perpustakaan. Layanan dibuka pada Senin hingga Kamis pukul 07.30–15.00 WIB, Jumat pukul 07.30–10.30 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 09.00–12.00 WIB.
Sutiawati juga menjelaskan bahwa layanan perpustakaan keliling (perpusling) sementara diliburkan karena menyesuaikan jadwal libur sekolah. Namun, layanan tersebut akan kembali aktif setelah kegiatan belajar di sekolah kembali berjalan normal.
“Perpusling sementara libur menyesuaikan jadwal sekolah anak-anak. Nanti kalau sekolah sudah masuk lagi akan aktif kembali karena sebagian besar lokasinya di sekolah,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya tetap membuka kemungkinan pelayanan jika ada permintaan dari masyarakat. “Jika ada permintaan layanan, tetap akan kami akomodir,” pungkasnya.
Dengan berbagai layanan tersebut, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk mengisi waktu selama Ramadan dengan kegiatan yang lebih produktif sekaligus meningkatkan minat baca. (Nov)