iklan banner Honda atas

Dekranasda Batang Pastikan Keaslian Batik Rifa’iyah Terjaga Lewat Arsip Budaya

Dekranasda Batang Pastikan Keaslian Batik Rifa’iyah Terjaga Lewat Arsip Budaya

TINJAU - Ketua Dekranasda Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, meninjau langsung penyimpanan 16 motif Batik Rifa’iyah di Gedung Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang, Selasa (3/2/2026).-IST-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Upaya penyelamatan warisan budaya terus dilakukan di Kabupaten Batang. Belasan motif Batik Rifa’iyah berusia ratusan tahun kini dipastikan tetap lestari melalui proses pengarsipan yang dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batang.

Ketua Dekranasda Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, meninjau langsung penyimpanan 16 motif Batik Rifa’iyah di Gedung Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang, Selasa (3/2/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan motif-motif kuno tersebut tersimpan dengan baik dan aman.

Pengarsipan motif Batik Rifa’iyah yang dilakukan sejak 2025 menjadi langkah penting untuk mencegah kepunahan, terutama jika suatu saat para perajin tidak lagi ada. Pendokumentasian ini sekaligus menjadi yang pertama kali dilakukan secara resmi.

“Kami mengecek apakah belasan motif tersebut tersimpan dengan baik. Saat ini sudah ada yang dipigura dan terpajang, serta ada pula yang disimpan dalam pipa lengkap dengan keterangan jenis motifnya,” jelas Faelasufa.

BACA JUGA:IPM Kabupaten Batang Tembus 71,70, Lampaui Target Rencana Pembangunan

Plt Kepala Disperpuska Batang, Puji Setyowati, membenarkan bahwa sebanyak 16 motif Batik Rifa’iyah telah terdokumentasi dengan baik. Enam motif dipajang dalam pigura, sementara sisanya disimpan dalam pipa khusus karena keterbatasan ruang.

“Ada enam yang dipigura, sisanya kami simpan dalam pipa khusus. Meski tidak semuanya dipajang, penyimpanannya tetap aman dan terdata,” terangnya.

Puji mengapresiasi inisiatif Dekranasda Batang yang dinilai memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan batik khas Rifa’iyah. Motif-motif tersebut dilukis ulang di atas kertas khusus agar mampu bertahan dalam jangka waktu panjang.

“Motif-motif itu dilukis ulang ke atas kertas khusus yang bisa bertahan hingga ratusan tahun,” tegasnya.

Selain menyimpan arsip batik, Gedung Arsip Batang juga menyimpan berbagai koleksi sejarah lain, mulai dari foto pendiri Kadipaten Batang pada masa kolonial hingga dokumen perjalanan Kabupaten Batang dari masa ke masa.

Pegiat Batik Rifa’iyah, Miftakhutin, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Batang terhadap pelestarian batik khas tersebut. Menurutnya, arsip menjadi benteng terakhir agar motif asli tetap bisa dikenali di masa depan.

“Nanti kalau para pembatiknya sudah tidak ada, motif aslinya tetap bisa dilihat di Gedung Arsip ini,” tegasnya.

Ia menilai pemilihan bahan arsip sudah tepat. Berdasarkan pengalaman, kertas roti yang digunakan memiliki daya tahan sangat lama jika disimpan dengan benar.

“Kata penyunggingnya, kertas roti itu bisa bertahan sampai 100 tahun lebih, jika disimpan dengan baik dan benar,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait