RADARPEKALONGAN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menunjukkan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada Mei mendatang. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, usai menerima audiensi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan, Selasa 14 April 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja bupati itu, Sukirman menegaskan bahwa peran pemerintah daerah sangat krusial dalam menyukseskan program nasional tersebut, khususnya dalam hal sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami diminta untuk terlibat aktif dalam menyosialisasikan kesuksesan program ini karena data sangat penting. Oleh karena itu, pemerintah membentuk DTSEN sebagai salah satu upaya untuk mengatasi persoalan ekonomi, sosial, dan sebagainya,” ujar Sukirman.
Ia menambahkan, Pemkab Pekalongan akan mengoptimalkan berbagai saluran komunikasi untuk memastikan informasi terkait sensus ekonomi tersampaikan secara luas. Langkah ini meliputi penerbitan surat edaran hingga pendekatan langsung kepada para pelaku usaha dari berbagai skala.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentu siap melakukan sosialisasi dengan berbagai metode, termasuk melalui penerbitan surat edaran kepada para pemangku kepentingan. Selain itu, terdapat permintaan agar pelaku usaha, mulai dari usaha menengah hingga besar, serta tentu saja usaha mikro, dapat turut disosialisasikan mengenai pelaksanaan Sensus Ekonomi ini,” jelasnya.
Menurutnya, hasil dari sensus ekonomi akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Data yang terkumpul akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat, termasuk indikator seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.
“Hasilnya data-data yang kita miliki seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan seterusnya dan ini menjadi supporting system yang sangat luar biasa bagi pengambilan kebijakan ke depannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari tahapan awal koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka persiapan pelaksanaan sensus.
Ia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang memiliki peran vital dalam menyediakan data ekonomi yang akurat dan terpercaya.
“Sensus Ekonomi ini adalah kegiatan prioritas nasional dan program direktif Presiden. Data yang dihasilkan sangat dinantikan oleh pemerintah pusat,” ungkap Maibu.
Pihaknya juga berharap adanya sinergi yang kuat antara BPS dan pemerintah daerah agar pelaksanaan sensus berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas tinggi.
“Kami sudah berdiskusi dengan Bapak Plt. Bupati Pekalongan, dan ke depan kita akan bersinergi untuk menyukseskan Sensus Ekonomi di Kabupaten Pekalongan,” tandasnya.