Meski demikian, sejumlah tantangan masih harus dihadapi, seperti belum seragamnya standar data geospasial antarperangkat daerah, metadata yang belum lengkap, keterbatasan SDM yang memahami standar geospasial, serta interoperabilitas dan integrasi data lintas sektor yang belum optimal.
Puji berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta dalam menyusun standar dan metadata geospasial sesuai ketentuan BIG.
Tujuannya, tercipta data geospasial yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Batang serta menjadi dasar kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
"Kolaborasi Pemkab Batang dan BIG harus terus berlanjut. Data geospasial yang berkualitas akan melahirkan perencanaan yang lebih baik dan pelayanan publik yang lebih efektif," pungkasnya.
Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh tim Satu Data Indonesia Kabupaten Batang yang terdiri dari unsur Bapperida selaku pembina data dan Diskominfo selaku wali data.