RADARPEKALONGAN - Ada yang baru dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan pada tahun 2025.
Menurut Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Syamsul Bakhri, M.Sos, sebelum-sebelumnya setiap kelompok KKN bebas untuk menentukan tema sesuai dengan kebutuhan tempat di mana KKN diselenggarakan.
Menurut Syamsul, pada tahun 2025 hal tersebut tidak bisa lagi. Sudah masuk ke KKN tematik.
Pada tahun 2026 tema yang diusung adalah 'Gerakan Eco-Masjid melalui Sedekah Sampah'. Mengapa Eco-Masjid? Karena masyarakat jauh lebih mudah menawarkan program yang erat kaitannya dengan masjid.
Adapun kelompok KKN ada 157 kelompok, terdiri dari 58 kelompok KKN reguler dan 99 kelompok KKN-PPL terintegrasi.
Untuk KKN reguler diselenggarakan selama 45 hari fokus pengabdian di Kabupaten Pekalongan.
Sementara KKN-PPL terintegrasi diselenggarakan 67 hari atau 2 bulan 1 minggu di 10 kota dan kabupaten di Jawa Tengah dengan dilaksanakan dengan mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan praktik pengalaman lapangan.
Target program adalah membuat 1 titik sedekah sampah di setiap desa atau kelurahan. Bagi yang berhasil membuat 2 titik otomatis akan mendapatkan nilai A.
Selain itu, mahasiswa juga diminta agar takmir masjid minimal 1 marbotnya mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek.
Semua aktivitas mahasiswa KKN tersebut terpantau lewat aplikasi digital baik untuk aplikasi sedekah sampah mapun Siberdaya. Untuk aplikasi siberdaya khusus untuk memantau KKN mahasiswa secara internal kampus.
Menyelesaikan Persoalan Sampah
Menurut Syamsul, persoalan sampah dari hari ke hari semakin berat untuk ditangani. Apabila tidak ada cara yang tepat maka persoalan tersebut bisa berlarut-larut.
Ide sedekah sampah tersebut muncul tiba-tiba. Awalnya yang muncul adalah ide Bank Sampah. Warga bisa membawa sampah an-organic dan menjualnya kepada petugas dengan cara ditimbang dan mereka bisa membuat tabungan.