Namun setelah diadakan penelitian secara mendalam, warga lebih rela mensedekahkan sampahya kepada masjid atau mushola. Dengan pendekatan religius, bahwa sedekah akan mendapatkan catata pahala dan amal baik, warga lebih rela.
Ide dan gerakannya menurut Syamsul cukup sederhana. Masjid atau mushola menyiapkan tempat untuk menampung sampah plastik berupa botol dan plastik. Apabila sudah memenuhi kuota tertentu bisa dibawa ke tempat penjualan.
Dana dari penjualan sampah anorganik tersebut bisa untuk kas masjid, juga bisa untuk mendaftarkan salah satu marbotnya menjadi peserta BPJS-Jamsostek.
Sebuah ide sederhana yang bisa mengatasi banyak persoalan di tengah-tengah masyarakat.
"Semoga KKN tematik ini bisa membantu lebih banyak lagi persoalan di masyarkat," pungkas Syamsul. (sep)