Mohammad Saleh: Proyek Sapi Perah Brebes Harus Libatkan Masyarakat Lokal

Kamis 23-07-2026,06:34 WIB
Reporter : Wahyu Hidayat
Editor : Wahyu Hidayat

Pembangunan peternakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor susu. Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor, dengan volume mencapai sekitar 3,6 hingga 3,8 juta ton per tahun.

Selain berfokus pada produksi susu, proyek ini juga dirancang sebagai pusat ekonomi baru berbasis kemitraan. Perusahaan akan menggandeng sekitar 5.000 petani sebagai pemasok hijauan pakan ternak, sekaligus menjalankan program penggemukan sekitar 7.000 ekor sapi jantan setiap tahun bersama masyarakat.

Kemitraan juga akan melibatkan sekitar 1.000 hingga 2.000 peternak sapi perah dalam produksi susu rakyat. Melalui skema tersebut, peternak diharapkan memperoleh kepastian pasar, pendampingan, serta akses terhadap bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas.

Aspek keberlanjutan juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan peternakan ini. Limbah peternakan akan diolah menjadi biogas dan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian di sekitar kawasan.

Groundbreaking proyek tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, unsur Forkopimda, akademisi, kelompok tani, serta masyarakat.

Saleh berharap, kehadiran proyek peternakan sapi perah terpadu ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi susu, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Brebes serta daerah sekitarnya.

Kategori :