Sekolah tentu tidak dapat bekerja sendirian. Orang tua harus menjadi mitra. Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberi ruang yang cukup bagi pengembangan karakter.
Guru pun perlu diberi keleluasaan untuk menghadirkan pembelajaran yang hidup, bukan sekadar menuntaskan target kurikulum.
Pendidikan sejatinya bukan perlombaan menghasilkan anak yang paling pintar. Pendidikan adalah ikhtiar melahirkan manusia yang utuh. Jika sekolah terus kehilangan panggung-panggung tempat karakter dibentuk, kita mungkin akan menghasilkan generasi yang sangat cerdas menggunakan teknologi, tetapi gagap memahami manusia. Dan ketika itu terjadi, yang gagal bukan anak-anak kita. Yang gagal adalah pendidikan kita. (")
*Tulisan ini dibuat oleh Kepala SDN Kalisalak Batang, Feronika Kurnia Septiarini, S.Pd.,M.Pd.,M.Pd.